Pelayanan Prima
Wabup Garut Ingatkan Direktur RSUD Dr. Slamet Garut tentang Pentingnya Pelayanan Prima

Foto: @tingkap/Agus Sopian
Putri Karlina hadiri Sertijab Direktur Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Slamet Garut yang berlangsung di RSUD Dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (15/8/2025).
GARUT, TINGKAP.CO - Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menghadiri kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Slamet Garut yang berlangsung di RSUD Dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (15/8/2025).
Dalam kegiatan ini, Putri Karlina menitipkan pesan khusus kepada direktur yang baru agar segera mengevaluasi dan memperbaiki manajemen rumah sakit secara menyeluruh.
"Saya meminta untuk crosscheck lagi, di recheck lagi, apa-apa yang menjadi hal-hal yang belum baik di dalam rumah sakit, baik itu pelayanan maupun internal," tegasnya.
Wakil Bupati Garut secara khusus menyoroti pentingnya sentuhan kepemimpinan perempuan dalam mengelola rumah sakit. Ia berharap Dr. Inge Andriani Heriawan, yang juga memiliki latar belakang dari Dinas Kesehatan, dapat menjadi jembatan yang baik antara Dinkes dan RSUD. Ia juga berharap direktur baru dapat menjadi sosok yang amanah untuk memperbaiki tata kelola manajemen rumah sakit.
"Karena (direkturnya) perempuan, saya berharap lebih detail, lebih memahami apa yang masih kurang dalam pelayanan di rumah sakit," katanya.
Sementara itu, Plt. Direktur lama yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Dr. Leli Yuliani, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan selama dua bulan masa jabatannya. Ia memaparkan beberapa pencapaian, seperti upaya peningkatan pelayanan rujukan dan penataan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIM RS) yang meski belum optimal, ia berharap dapat dilanjutkan oleh direktur baru. Dr. Leli juga menyoroti keberhasilan RSUD Dr. Slamet dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.
"Alhamdulillah, saya melihat tren untuk penyelamatan ibu dan bayi di RSUD Dr. Slamet ini dari bulan Juni-Juli itu mengalami penurunan signifikan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan infeksi (PPI) juga terus diperkuat, mengingat infeksi merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi di Garut.
Direktur baru UOBK RSUD Dr. Slamet Garut, Dr. Inge Andriani Heriawan, mengakui bahwa memimpin RSUD Dr. Slamet adalah amanah yang besar, terutama karena pengalaman di rumah sakit yang minim. Namun, ia berjanji akan memberikan warna baru dan terus meningkatkan pelayanan.
"Tapi Insya Allah dengan bekerja sama, dengan kita saling mempercayai kita saling bertanggung jawab dan tentu saja bimbingan dari pimpinan, bimbingan dari Bu Kadinkes, terus bimbingan dari terutama Bapak bupati dan Ibu wakil Bupati, insya Allah kita akan bisa membawa gerbong besar ini menuju suatu pelayanan yang betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Dr. Inge juga menyoroti pentingnya melayani masyarakat miskin dengan empati. Ia menekankan bahwa kepuasan pasien adalah hal utama dan berjanji akan bekerja sama dengan seluruh jajaran rumah sakit untuk mewujudkan pelayanan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Garut.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 243
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
