Destinasi Wisata
Pengembangan Destinasi Objek Pariwisata Perlu Didukung Lintas Sektoral

@tingkap/Japri
Kabid Pariwisata, Disparpora Kabupaten Mukomuko,Yulia Reni, SS,
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Pengembangan Destinasi Objek Pariwisata di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu hingga saat ini masih terkesan lamban dan jalan ditempat, oleh sebab itu Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Kabupaten Mukomuko perlu dukungan yang signifikan dari lintas sektoral terutama pada objek wisata yang berada di pedesaan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), Kabupaten Mukomuko, Novria Eka Putra, S.STP melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Yulia Reni, SS, Senin (24/3/2025), kepada TINGKAP.CO, di ruang kerjanya.
"Kita punya banyak objek wisata yang berpotensi yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) namun semua itu perlunya penataan yang lebih signifikan, seperti objek wisata Air Terjun, akses untuk pencapaian lokasi tentu memadai jika objek wisata kita bisa dilirik wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar daerah," katanya.
Dikatakan, cukup sulit untuk bergerak ya, tapi kalau dengan kerjasama baik dengan pihak yang lain terus stakeholder yang lain tentu bisa sama-sama memajukan pariwisata, nah inilah kami belum mendapatkan konsep seperti apa yang bagus untuk memajukan dan kalau untuk fasilitas mungkin sudah banyak yang dibangun tapi bagaimana, itu pariwisata belum berkelanjutan. "Kalau bahasa sekarang tidak berkelanjutan," ujarnya.
"Memang salah satu contoh objek danau Nibung, itu objek unggulan Kabupaten Mukomuko, nah ini tidak bisa bidang pariwisata sendiri yang bergerak buktinya kami juga membutuhkan dukungan baik dari pemerintah daerah, masyarakat kemudian legislatif," bebernya.
"Yang intinya itu, kalau seandainya dalam penataan kawasan dan memang butuh waktu, sedangkan anggaran sendiri juga terbatas jadi tidak mudah untuk meningkatkan kembali kawasan itu kalau tidak bekerja sama," ujar Yulia.,
Dia mencontohkan, seperti Pantai Batu Kumbang yang mengelola tentu desa, pemikiran Desa berbeda dengan pemikiran kita kalau itu misalkan Pantai Batu Kumbang itu kita tarik masuk destinasi prioritas Kabupaten.
"Desa ingin juga masuk, antara kami dengan pihak desa misalkan pengelola dengan pemerintah daerah itu mau kemana, asalkan kami prioritas kami karena dia destinasi prioritas," ungkap Yulia Reni.
"SK Kabupaten setidaknya bagaimana ini dulu yang kita perkembangan karena kalau daerah pantai itu adalah kita belum bisa mengelola ataupun daerah, pantai itu kalau dia masih berstatus kewenangan dari pihak yang lain Jadi kita tidak bisa masuk ke dalam itu," ujarnya.
Yulia Reni juga mengatakan, untuk kawasan air terjun kita sudah lihat beberapa efeknya, rata-rata air terjun tersebut baik infrastruktur jalan belum terpenuhi semuanya kan itu kendalanya.
"Nah pemerintah daerah sendiri Ini pun juga masih memiliki keterbatasan anggaran itu kalau di sektor pariwisata itu, kalau sebatas untuk pengelolaannya ini ya masih bertahap masih coba-coba itu kira-kira," demikian dipaparkan Yulia Reni.
Jadi kalau fokus betul ke pariwisata kayak ini belum nampak jauh-jauh juga bertahun-tahun dicoba kembangkan mundur lagi pada fasilitas sudah dimana letak salahnya kadang pihak kepentingannya.
"Saya tidak tahu, masyarakat menghambat perkembangan pariwisata terus kalau mau masyarakat dengan pihak-pihak lain yang tidak bisa bekerja sama mengembangkan," ucapnya.
"Pemerintah daerah juga susah melangkah untuk mengembangkan atau mengembangkan daerah kota dan lengkung ini masih ada kawasan BWS berada di tempatkan kita boleh mengelola pariwisata kita boleh menggunakan DAS BWS sudah diperuntukkannya untuk pariwisata boleh tetapi konsepnya disini ada kepentingan masyarakat," paparnya.
Ditegaskannya juga, hanya mengembangkan enggak hanya satu titik itu kan sih tidak ada, tapi kalau kita dari seluruhnya mengawasi tentu tidak mungkin, oleh karna perlu nya penguatan dari lintas Sektoral seperti, Dinas PUPR, dan beberapa instansi terkait termasuk juga kerjasama masyarakat," tutup Yulia Reni.
Pewarta: Japri
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 1.393
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
