Rutan Kelas II B Pangkajene Gelar Refleksi Keagamaan Bersama Warga Binaan

251223095416-rutan.jpg

Foto: Istimewa

Ustast Farid Wajedi sedang menyampaikan tausiah di Rutan Pangkajene.

PANGKEP, TINGKAP.CO - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pangkajene menggelar kegiatan pembinaan dan refleksi keagamaan yang disampaikan langsung oleh Ustad Farid Wajedi dan diikuti oleh ratusan warga binaan, Selasa (23/12/2025). 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan kesadaran para penghuni rutan dalam menjalani kehidupan yang damai, sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama.

Menurut Ustad Farid yang juga akrab dipanggil Ustad Gaul ini mengatakan, tema kegiatan diangkat sebagai pengingat bahwa tidak ada tempat kembali bagi setiap manusia selain kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk memaknai hidup dengan lebih baik serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.

Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjaga sholat sebagai fondasi utama dalam membentuk dan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.

"Komitmen Komunitas Pendakwah Keren (KPK) dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman, senantiasa hadir dan mendampingi umat dalam menjalani kehidupan di berbagai lini," ujar Ustad Gaul.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas II B Pangkajene, Irphan Dwi Sandjojo, A.Md., IP., S.H., didampingi Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Abd Jalil, S.Tr.Pas. Turut hadir para staf Rutan, CPNS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Sebanyak kurang lebih 317 warga binaan mengikuti kegiatan ini dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas II B Pangkajene menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk refleksi diri, baik bagi pegawai maupun warga binaan, agar kesalahan di tahun sebelumnya dapat diperbaiki dan menjadi lebih baik di tahun mendatang.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh warga binaan dan pegawai dapat melakukan introspeksi diri, sehingga ke depan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna," tegas Irphan Dwi Sandjojo.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dibawakan oleh Ustadz Ridwan, yang akrab disapa Songko Tinggia, menambah suasana khusyuk dan penuh makna dalam kegiatan pembinaan keagamaan tersebut.

Pewarta: Andi Harjan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 399
©2025 tingkap.co

Komentar