Studi Tiru
Studi Tiru di Maros, Biatan Ilir KaltimTerinspirasi Kembangkan Ketahanan Pangan dan Wisata Pertanian

Foto: Istimewa
Rombongan studi Tiru dari Pemerintah Kabupaten Berau, Kaltim di Kabupaten Maros
MAROS, TINGKAP.CO - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan potensi pariwisata berbasis pertanian, Kepala Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bersama rombongan melakukan studi tiru ke Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kegiatan bertema Ketahanan Pangan dan Pariwisata Berbasis Pertanian ini berlangsung selama tujuh hari dan melibatkan berbagai pihak dari sektor pemerintahan, masyarakat, hingga akademisi.
Direktur Maros Kreatif Indonesia, Alryansyah Nasir, pada Minggu (6/7/2025), menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat jejaring kolaborasi antar wilayah. "Kegiatan ini bukan hanya tentang melihat dan belajar, tetapi juga membangun ruang diskusi yang produktif demi kemajuan bersama," ujarnya.
Selama kunjungan, rombongan dari Biatan Ilir mengunjungi salah satu kolam bioflok di Maros. Mereka diterima langsung oleh kelompok tani, penyuluh, serta perwakilan dari Balai Perikanan Kabupaten Maros. Dalam kunjungan tersebut, dijelaskan secara teknis proses pembuatan, perawatan, serta kondisi ideal dalam pengelolaan kolam bioflok.
Mujahidin, Ketua BUMK Biatan Ilir, mengaku tertarik untuk mengadopsi teknologi ini di kampungnya. "Kami juga akan berencana membuatnya, karena dari pemaparan tadi dan melihat kondisi di kampung Biatan Ilir, kolam bioflok ini bisa kami buat," ungkapnya penuh semangat.
Kunjungan dilanjutkan ke destinasi wisata Desa Tukamasea, yaitu wisata sawah dan kolam renang alami yang telah dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Di sana, rombongan disambut oleh Kepala Desa Tukamasea dan mengikuti sesi diskusi terbuka serta pengenalan pengelolaan wisata berbasis desa.
Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi diskusi ini. Di kampung kami, program ketahanan pangan dan wisata berbasis desa masih dalam tahap awal.
"Harapan kami, studi tiru ini jadi titik awal perumusan program yang berkelanjutan demi ekonomi dan kelestarian kampung," tutur Kepala Kampung Biatan Ilir, Andi Havid.
Selanjutnya, rombongan juga menyambangi destinasi ikonik Kabupaten Maros, yakni Air Terjun Bantimurung dan kawasan wisata Desa Berua di Rammang-Rammang. Setelah rangkaian kunjungan, Maros Kreatif Indonesia menginisiasi forum diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Kepala Kampung Biatan Ilir, Dinas Pariwisata, Akademisi, dan Pemerhati Lingkungan.
Perwakilan Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Maros menyambut baik kehadiran rombongan dan menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Maros sebagai lokasi studi.
"Kami punya banyak potensi Wisata Alam, Budaya, dan Desa yang dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, meskipun masih terus dikembangkan," jelasnya.
FGD tersebut menghasilkan berbagai masukan strategis mengenai tahapan perencanaan dan implementasi program ketahanan pangan dan wisata pertanian.
"Forum ini sangat penting untuk kami, karena setelah melihat langsung di lapangan, kami jadi lebih tahu apa saja yang harus kami persiapkan dari nol sampai bisa berjalan," pungkas Kepala Kampung Biatan Ilir, yang akrab disapa Pak Kakam.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi awal dari kerjasama antardaerah yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 207
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
