Reses DPR RI

Zigo Rolanda, SE, MM, Anggota DPR-RI Komisi V Laksanakan Reses Di Aula Kantor Bupati Solok-Selatan.

250707152259-zigo-.jpg

Foto: Diskominfo Slk-Sln

Reses Anggota DPR-RI Komisi V Di Aula Sarantau Sa Surambi Kantor Bupati Solok-Selatan.

SOLOK-SELATAN, TINGKAP.CO - Upaya membangkitkan potensi nagari di Kabupaten Solok Selatan kini memasuki babak baru. Pemerintah daerah menggandeng Komisi V DPR RI untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi titik lemah kemajuan di tingkat akar rumput.

Dalam forum reses Komisi V DPR RI yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Senin (23/6/2025), Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi , menyampaikan tekad Pemkab untuk mengedepankan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Pembangunan bukan sekadar proyek seremonial. Harus menyasar langsung kebutuhan masyarakat nagari. Para wali nagari, Bamus, dan pendamping desa wajib memegang prinsip itu, tegas Syamsurizaldi.

Namun, langkah besar ini tidak tanpa tantangan. Terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi batu sandungan serius. Untuk itu, Syamsurizaldi menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan pemerintah pusat terutama peran Komisi V sebagai mitra teknis di bidang infrastruktur.

Zigo Rolanda, anggota Komisi V DPR RI, turut menyoroti ketimpangan arah pembangunan nasional yang menurutnya terlalu terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

"Wilayah nagari seperti di Solok Selatan sering kali luput dari radar pembangunan. Padahal, inilah akar dari banyak persoalan sosial, termasuk kemiskinan," ujarnya.

Zigo menegaskan, kemiskinan di Solok Selatan bukanlah karena malas, melainkan karena kurangnya akses terhadap infrastruktur dasar dan sarana produktif.

"Warga di sini sebenarnya punya semangat usaha. Tapi bagaimana bisa maksimal kalau akses jalan rusak, air irigasi tak lancar, dan fasilitas penunjang terbatas?," katanya.

Ia juga menyoroti peran pendamping desa sebagai ujung tombak pembangunan di lapangan. Menurutnya, pendamping harus lebih dari sekadar admin programmereka harus menjadi katalisator perubahan di tingkat nagari.

"Jangan hanya duduk di balik meja. Kita perlu pendamping yang hadir di lapangan, yang memahami betul kondisi masyarakat dan mampu menjadi jembatan solusi," tegas Zigo.

Dengan dukungan lintas pihak, dari pusat hingga desa, ia optimis Solok Selatan bisa menanggalkan label daerah tertinggal dan menjelma menjadi kawasan mandiri yang membanggakan.

"Kolaborasi adalah kuncinya. Jika semua bergerak bersama, Solok Selatan tak hanya mengejar ketertinggalan tetapi bisa jadi contoh transformasi pembangunan nagari di Indonesia," pungkasnya.

Pewarta: Endri Alamsyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 155
©2025 tingkap.co

Komentar