Transportasi

Cekungan Bandung Butuh Transportasi Terintegrasi, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Dorong BRT

260926182748-cekun.jpg

Dok. Diskominfo Jabar

PengembanganĀ Bus Rapid Transit (BRT), didorong sebagai salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Persoalan transportasi di kawasan Cekungan Bandung menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung.

Penguatan transportasi publik, termasuk pengembangan Bus Rapid Transit (BRT), didorong sebagai salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan seusai menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).

Erwan mengatakan, pembangunan sektor transportasi harus menjadi bagian penting dalam pengembangan Kota Bandung dan kawasan sekitarnya. Selain transportasi publik, pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat juga perlu terus diperkuat.

"Saya mendorong pembangunan di sektor transportasi dan juga pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat," ujar Erwan.

Menurut Erwan, persoalan transportasi tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja. Karena itu, sinergi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung akan terus diperkuat agar pembangunan kawasan Bandung Raya berjalan lebih terintegrasi.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong Kota Bandung menjadi kota besar yang semakin maju sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Insyaallah kolaborasi kami, masyarakat Jabar dengan Kota Bandung, akan terus berjalan baik. Saya yakin ini akan kita wujudkan," ucapnya.

BRT Jadi Bagian Solusi Transportasi Cekungan Bandung

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut pengembangan BRT menjadi salah satu bentuk konkret kolaborasi pemerintah dalam menangani persoalan transportasi di kawasan Cekungan Bandung.

Cakupan kawasan tersebut meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Dengan wilayah yang saling terhubung dalam aktivitas masyarakat, kebutuhan terhadap sistem transportasi publik yang terintegrasi dinilai semakin penting.

"Lewat BRT salah satunya, ini tantangannya besar sekali karena BRT akan menjadi solusi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi bagi penanganan transportasi di Cekungan Bandung," kata Farhan.

Pengembangan BRT diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan pilihan transportasi publik bagi masyarakat yang melakukan aktivitas lintas daerah di kawasan Bandung Raya.

Tak Hanya Transportasi, Sampah Juga Jadi Fokus

Selain sektor transportasi, Farhan mengatakan pengelolaan sampah juga menjadi agenda yang membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan.

Pemkot Bandung, kata dia, memiliki komitmen untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah dengan teknologi modern, salah satunya melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Legok Nangka.

"Komitmen kami juga sangat kuat untuk pengelolaan sampah berteknologi modern, di mana PSEL akan kita bangun bersama-sama sesuai komitmen. Mudah-mudahan pembangunannya sejak groundbreaking sampai sekarang berjalan terus di Legok Nangka," ujarnya.

HJKB ke-216 Usung Semangat Solidarity in Harmony

Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung tahun 2026 mengusung tema Solidarity in Harmony. Tema tersebut sekaligus menjadi identitas visual baru Kota Bandung yang membawa pesan tentang kebersamaan, solidaritas, dan keberagaman masyarakat.

Momentum HJKB ke-216 menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan.

Penguatan transportasi publik, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan lingkungan menjadi sejumlah sektor yang membutuhkan kerja sama berkelanjutan agar pembangunan Kota Bandung dan kawasan Cekungan Bandung semakin terintegrasi.

Dengan penguatan kolaborasi tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan kota, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas, lingkungan, dan kualitas layanan publik.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 137
©2026 tingkap.co

Komentar