PAD
Inspektorat Garut Gelar Bimtek Dorong Optimalisasi Terhadap Penghasil PAD

Foto: @tingkap/Agus Sopian
Kepala Badan (Kaban) Inspektorat Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi, M.Si.
GARUT, TINGKAP.CO - Kepala Badan (Kaban) Inspektorat Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi, M.Si. menegaskan, melalui fungsi pembinaan, inspektorat berperan sebagai konsultan sekaligus penjamin mutu dalam memberikan pemahaman tentang tata kelola, dan manajemen pemerintahan yang benar.
Untuk itu, kata Ia lebih lanjut menjelaskan, tak hari ini saja, namun berbagai bimtek secara rutin digelar dengan menghadirkan narasumber profesional yang relevan dengan kebutuhan daerah."jelas Didit disela kegiatan Bimteknya, di aula Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Rabu (03/12/2025).
Di akhir tahun ini masih ada beberapa bimtek. Salah satunya Bimtek Optimalisasi Penggalian dan Pengawasan PAD yang hari ini diikuti perangkat daerah penghasil termasuk para camat,
Masih menurutnya, peningkatan PAD merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah, sehingga seluruh prosesnya harus diselenggarakan secara efektif, akuntabel, dan sesuai ketentuan.
Kami memiliki kewajiban untuk memastikan upaya peningkatan PAD dapat senantiasa diselenggarakan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, bimtek seperti ini penting untuk dilaksanakan !"
Selain PAD, inspektorat juga menyelenggarakan pembinaan di sektor lain, seperti pengelolaan dana desa bagi sekretaris desa dan pengelolaan dana BOS bagi kepala sekolah.
Dengan terselenggaranya bimtek ini, Ia berharap para camat mampu merumuskan strategi tepat sesuai potensi wilayah, terlebih dengan dukungan narasumber dari BPKP dan akademisi UPI yang berpengalaman membantu pemerintah daerah dalam peningkatan PAD.
Soal tempat kegiatan bimtek, menurutnya,
lebih memilih di aula Desa, alasan yaitu seperti yang hari ini dilaksanakan. Selain fasilitas yang memadai, penyelenggaraan bimtek di desa menjadi bagian dari upaya nyata mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Ini untuk meningkatkan perekonomian desa. Penyediaan konsumsi dapat memanfaatkan sumber daya lokal seperti PKK, BUMDes, atau Kopdes. Di sekitar gedung juga banyak warga berjualan kuliner. Setidaknya peserta bimtek bisa turut membeli sesuai kebutuhan atau ketertarikan,
Jadi hasil bimtek tidak berhenti pada pelatihan semata. Pihaknya akan melakukan monitoring, evaluasi, hingga review sebelum masuk ke tahap pengawasan yang lebih menyeluruh.
"Orientasi pengawasan sekarang bukan sekadar pemeriksaan atau audit, tetapi peningkatan nilai tambah dari suksesnya capaian kinerja pemerintah," tandasnya.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 176
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
