Kunker

DPRD Maros Kunjungan Kerja ke Bulukumba dan Jeneponto, Efisiensi Anggaran Tetap Efektif

251213120510-dprd-.jpg

Foto: Istimewa

Anggota DPRD Maros Berkunjung Ke Jeneponto dan Bulumkumba

MAROS, TINGKAP.CO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros melaksanakan kunjungan kerja ke dua kabupaten, yakni Bulukumba dan Jeneponto, sebagai bagian dari upaya memastikan penerapan kebijakan efisiensi anggaran tetap berjalan efektif. Kunjungan tersebut berlangsung seiring dengan adanya pemangkasan sejumlah pos anggaran pada tahun 2026.

Anggota DPRD Maros, Dedy Aryan, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut berfokus pada evaluasi sistem penganggaran di tengah pengurangan beberapa kegiatan, termasuk reses dan perjalanan dinas.

"Semuanya dikurangi," ujar Dedy, Kamis (11/12/2025). Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta reses mengalami penurunan drastis, dari sebelumnya 250 orang menjadi hanya 25 orang. Meski begitu, Dedy berharap pada tahun 2026 jumlah tersebut dapat kembali meningkat. "Setidaknya bisa 100 orang," harapnya.

Politikus PKS itu juga menyampaikan bahwa pada Januari mendatang, Badan Musyawarah (Banmus) akan membahas teknis pelaksanaan reses dan perjalanan dinas tahun anggaran 2026.

"Makanya kita berkunjung ke Bulukumba dan Jeneponto," tambahnya.

Anggaran Sekretariat DPRD Terpangkas Rp3 Miliar

Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD Maros, Kartono, menuturkan bahwa anggaran Sekretariat DPRD tahun anggaran 2026 mengalami pemotongan signifikan. Anggaran yang sebelumnya berjumlah Rp41,64 miliar kini turun menjadi Rp38,65 miliar. "Totalnya berkurang sekitar Rp3 miliar dari pagu awal," jelasnya.

Dua pos anggaran yang paling terdampak yaitu perjalanan dinas dan belanja modal. Untuk tahun 2026, belanja modal bahkan tidak lagi dianggarkan. Sementara itu, anggaran perjalanan dinas yang pada 2025 mencapai Rp.9,2 miliar kini hanya tersisa sekitar Rp.5,5 miliar.

"Belanja untuk pengadaan sarana prasarana pendukung pimpinan dan anggota dewan juga dihilangkan," tambah Kartono.

Selain itu, kegiatan reses dan bimbingan teknis (bimtek) turut terkena dampak efisiensi. Jumlah peserta reses per Dapil dibatasi, sedangkan bimtek yang sebelumnya dilaksanakan enam kali setahun kini hanya dianggarkan empat kali.

"Bimtek itu penting untuk peningkatan kapasitas anggota dewan, tapi kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran," ujarnya.

Tetap Optimalkan Fungsi Kelembagaan

Meski terjadi pemangkasan di berbagai sektor, Kartono menegaskan bahwa DPRD Maros tetap berkomitmen menjalankan fungsi kelembagaannya dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas.

"Insyaallah kita optimalkan anggaran agar target dan capaian tetap sesuai perencanaan," tutupnya.

Pewarta: Andi Harjan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 394
©2025 tingkap.co

Komentar