KUR BRI
Komisi III DPRD Langkat Panggil BRI, OJK dan LPS Bahas Dugaan Pelanggaran KUR di Unit Kuala

Dok. DPRD Langkat
RDP Komisi III DPRD Langkat dengan, BRI, OJK, dan LPS (24/2/2026).
LANGKAT, TINGKAP.CO - Komisi III DPRD Kabupaten Langkat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas mekanisme penyaluran Kredit Usaha Rakyat {KUR) di BRI Unit Kecamatan Kuala, Selasa (24/2/2026).
Rapat ini merupakan tindak lanjut atas pengaduan mahasiswa dari Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Kabupaten Langkat terkait dugaan adanya permintaan agunan pada pengajuan KUR.
RDP dipimpin Ketua Komisi III, Pimanta Ginting, dan menghadirkan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Binjai.
Pihak BRI menjelaskan bahwa KUR di bawah Rp 100 juta pada prinsipnya tidak mensyaratkan agunan dan menyebut pengembalian jaminan kepada nasabah telah dilakukan secara bertahap. Namun, sejumlah pengajuan ditolak karena terkendala catatan bermasalah pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
LPS menegaskan tidak terlibat dalam kebijakan penyaluran KUR, sementara OJK menyatakan perannya sebatas pengawasan dan pemeriksaan data melalui SLIK.
Sebagai tindak lanjut, Komisi III meminta BRI Unit Kuala menyerahkan data nasabah kepada OJK untuk dilakukan pemeriksaan guna memastikan penyaluran KUR berjalan sesuai ketentuan.
Pewarta: Siti Fatimah Hasibuan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 218
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
