Jawa Timur
HUT ke-81 Jatim, Ekonomi Tumbuh 5,84 Persen, Pemkab Mojokerto Perkuat Sinergi Pembangunan

Dok. Diskominfo Mojokerto
Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto, Senin (12/10/2026).
MOJOKERTO, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat membacakan amanat Gubernur Jawa Timur dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perluasan kesempatan kerja, penguatan inovasi, dan pelestarian lingkungan juga harus menjadi prioritas.
"Tema Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan menegaskan komitmen kita untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat inovasi dan daya saing, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan," ujar Gus Barra.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen
Dalam amanat tersebut, Gus Barra memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Timur yang didukung sembilan program prioritas Nawa Bhakti Satya periode 2025-2029.
Dari sisi ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan sebesar 5,84 persen pada semester I 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,45 persen.
Jawa Timur juga menyumbang 14,34 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa. Sementara itu, realisasi investasi mencapai Rp72,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 135.651 orang.
Menurut Gus Barra, capaian tersebut perlu diikuti dengan pemerataan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja agar pertumbuhan ekonomi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut harus terus diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tegasnya.
Kemiskinan Turun, Pengangguran 3,42 Persen
Pada sektor kesejahteraan, tingkat kemiskinan Jawa Timur per Maret 2026 tercatat sebesar 9,06 persen, turun dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Adapun tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,42 persen per Mei 2026.
Capaian ini didukung berbagai program pengentasan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja, dan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur. Kemantapan jalan provinsi mencapai 87,83 persen, sedangkan layanan transportasi publik Trans Jatim telah mengoperasikan delapan koridor dengan jumlah penumpang hampir 23 juta orang selama periode 20222026.
Di sektor pertanian, Jawa Timur mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 mencapai 10,4 juta ton atau sekitar 17,34 persen dari total produksi nasional.
"Penguatan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur mencapai 76,13 pada 2025.
Hingga September 2026, sebanyak 29 Sekolah Rakyat telah beroperasi dan melayani 7.263 anak. Sementara itu, cakupan jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) mencapai 96,12 persen.
Usia harapan hidup tercatat 75,36 tahun, sedangkan prevalensi stunting turun menjadi 14,7 persen.
Menurut Gus Barra, capaian di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi bagian penting dari pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Transformasi tata kelola pemerintahan juga terus diperkuat melalui reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik.
Indeks Reformasi Birokrasi Jawa Timur tercatat 94,70 dengan kategori A-, sedangkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mencapai 4,79.
Melalui ekosistem Majapahit Digital (MajaDigi), sebanyak 241 layanan publik telah terintegrasi hingga September 2026.
Integrasi tersebut diharapkan membuat pelayanan pemerintahan semakin efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Selain itu, pembangunan berkelanjutan juga diarahkan pada penguatan harmoni sosial, peningkatan prestasi generasi muda, serta pelestarian lingkungan. Indeks Harmoni Indonesia tercatat 7,34, sementara Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 73,43.
Jawa Timur juga terus memperkuat posisinya sebagai pusat logistik nasional. Provinsi ini menyuplai hampir 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi.
Posisi strategis tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas peluang investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto dihadiri Wakil Bupati Mojokerto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten sekda, kepala perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMD dan RSUD, Ketua TP PKK, GOW, DWP, mahasiswa, serta perwakilan instansi vertikal.
Melalui momentum tersebut, Pemkab Mojokerto menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah provinsi untuk mendukung pembangunan inklusif, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperluas pemanfaatan teknologi digital.
Semangat pembangunan itu sejalan dengan falsafah Jawa Jer Basuki Mawa Beya, yang bermakna bahwa keberhasilan membutuhkan usaha dan pengorbanan.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, sinergi pemerintah kabupaten dan provinsi diharapkan mampu mendorong kemajuan Jawa Timur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.
Pewarta: Buaji
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 165
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
