Virus Septicaemia Epizootica

Ketika Septicaemia Epizootica Serang Puluhan Hewan Ternak di Mukomuko, Bengkulu

250509162250-ketik.jpg

@tingkap/Japri

Virus Septicaemia Epizootica Serang Puluhan Hewan Ternak di Mukomuko

MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Kasus penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE) marak menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau di daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu baru-baru ini. Hingga saat ini sudah bertambah mencapai 48 ekor ternak warga yang terserang.

Adapun 40 ekor kasus ngorok di Desa Pernyah, Kecamatan Teramang Jaya, dan 8 ekor di Desa Retak Hilir, Kecamatan Ipuh. Hingga saat ini masih banyak terjadi ternak warga yang mati mendadak akibat virus ini.

Dikonfirmasi, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko Diana Nurwahyuni mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 6 orang petuga dokter hewan dalam hal menangani virus ini.

"Memang rata-rata ternak warga yang ditemukan mati yaitu jenis kerbau. Kemudian untuk lokasi wilayah ditentukan hewan ternak mati ini di perkebunan sawit," kata Diana.

Lanjutnya, ia menghimbau kepada pemilik ternak agar mengandangkan ternak-ternaknya.

"Lantaran kasus yang terus bertambah. Makanya kami minta ternak jangan di lepas liarkan, hal tersebut dikarenakan penyebaran virus penyakit ngorok sangat cepar menular ke ternak lain hanya dengan melalui angin saja," ungkap Diana lagi.

Penyakit sapi ngorok atau septicaemia epizootica (SE) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri pasteurella multocida yang menyerang saluran pernapasan dan akan menyebabkan kematian pada hewan ternak.

Selain melakuman vaksinasi, peternak bisa melakukan bebagai langkah pencegahan secara mandiri, yakni dengan mengandangkan hewan ternak, memberikan desinfektan pada kandang serta tempat makan ternak dan menghentikan aktifitas jual beli ternak.

Pewarta: Japri
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 1.751
©2025 tingkap.co

Komentar