Jalan Retak
Retakan di Badan Jalan Garuda Maccopa, Warga Hanya Bisa Mengelus Dada

Foto: @tingkap
Jalan Garuda yang baru dua bulan lalu rampung dikerjakan, kini kembali dikeluhkan masyarakat. Retakan muncul di beberapa titik, sementara lapisan beton yang rapuh menimbulkan debu setiap kali dilalui kendaraan.
MAROS, TINGKAP.CO - Di sebuah ruas jalan di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros warga hanya bisa mengelus dada melihat kondisi jalan yang baru saja dikerjakan.
Pasalnya, Jalan Garuda yang baru dua bulan lalu rampung dikerjakan, kini kembali dikeluhkan masyarakat. Retakan muncul di beberapa titik, sementara lapisan beton yang rapuh menimbulkan debu setiap kali dilalui kendaraan.
Di siang hari, ketika matahari terik, debu dari lapisan beton yang rapuh beterbangan ke rumah-rumah warga. Setiap kali motor lewat, debunya masuk sampai ke dalam rumah.
"Padahal ini baru selesai dikerjakan. Kami kecewa sekali," ujar seorang ibu rumah tangga yang tinggal di pinggir jalan tersebut, sembari menutup hidung anaknya dengan sapu tangan.
Tak hanya itu, sejumlah pengendara juga mengeluhkan jalan yang sudah retak-retak. "Baru sebentar dipakai, sudah retak. Kalau lama-lama dibiarkan, bisa-bisa rusak lagi," kata seorang warga lain sambil menunjukkan bagian jalan yang mulai mengelupas.
"Yang membuat warga semakin bertanya-tanya adalah tidak adanya papan proyek saat pekerjaan berlangsung. Tidak ada informasi soal siapa pelaksananya, berapa anggarannya, maupun berapa lama masa pengerjaan seharusnya. Kami masyarakat hanya bisa menebak-nebak. Padahal, uang pembangunan itu kan dari rakyat juga," tambah seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberi klarifikasi. Konfirmasi melalui pesan WhatsApp dari TINGKAP.CO, Rabu (1/10/2025) kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maros, Muh. Alif tidak mendapat jawaban.
Bagi warga Jalan Garuda, transparansi bukan sekadar formalitas. Mereka berharap agar pembangunan benar-benar bermanfaat, bukan justru menambah masalah. "Kami tidak butuh jalan mulus sebentar, tapi cepat rusak. Kami butuh jalan yang benar-benar bisa dipakai lama," ujar warga dengan nada penuh harap.
Pewarta: Andi Harjan
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 524
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
