Rusak Parah
Jalan Kabupaten Dharmasraya Menanti Korban, Ini Jawaban Pemerintah Daerah

@tingkap/Erman Ali
Di sekitar jalan Pulau banyak digenangi air karena lubang lubang yang menyempitkan badan jalan juga penyempitan kupasan aspal
DHARMASRAYA, TINGKAP.CO- Jalan milik Kabupaten Dharmasraya yang juga sebagai penghubung tiga wilayah provinsi yaitu Sumbar, Jambi, dan Riau. Kini jalan dengan fungsi strategis itu kondisinya rusak parah dengan lubang disana-sini.
Jalan yang pertama kali dibuka sejak adanya kawasan transmigrasi dan Perusahaan Perkebunan PT.Surya Andalas Kencana itu kini kondisinya memprihatinkan.
Foto kondisi kerusakan jalan itu telah beredar di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Foto kondisi kerusakan jalan berlubang diunggah oleh netizen di medsos antara lain Instagram, Facebook , tiktok, dan akun media sosial lainnya.
Kendati foto kerusakan parah ruas jalan kabupaten ini berseliweran di dunia maya, hingga siang Senin (31/3/2025), belum ada respons dari pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Mayoritas komentar di medsos menyayangkan kondisi jalan yang diketahui sudah rusak sejak satu dekade terakhir.
Kondisi jalan rusak berat (Foto: @tingkap/Erman Ali)
Hasil penelusuran TINGKAP.CO di lapangan, kerusakan ruas jalan tersebut terlihat sejak dari perempatan Jorong Pulai Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung sampai area Perkebunan SP.8, Nagari Ranah Palabi yang merupakan perbatasan antara Nagari Ranah Palabi, Kecamatan Timpeh dan Padang Laweh, Kecamatan Padang Laweh.
Baca juga: Pemeliharaan Jalan Provinsi Sumbar Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai Spektek
Fakta lapangan, di sepanjang jalan tersebut, sukar mendapati aspal yang masih utuh. Kebanyakan kondisi aspal sudah bolong dengan ukuran besar. Beberapa diantaranya bahkan sampai memakan seluruh badan jalan.
Kondisi terparah di Nagari Ranah Palabi ada pengkolan maut sangat tajam, sehingga tidak kelihatan kendaraan dari arah berlawanan dengan kondisi badan jalan penuh dengan lubang, sehingga membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Jika tidak, ada potensi kendaraan bisa rusak akibat menghantam lubang jalan.
Di sekitar jalan Pulai banyak digenangi air karena lubang lubang yang menyempitkan badan jalan juga penyempitan kupasan aspal.
Salah saeorang warga setempat mengungkapkan kekesalannya sebagai pengguna jalan kepada TINGKAP.CO. Ia merasa tertipu dengan janji-janji politik selama kampanye para pemimpin.
"Itu kami pertanyakan kemana kami mau melaporkan kondisi jalan saat ini maunya ditanam pohon pisang sebagai bentuk protes karena sudah rusak bertahun-tahun tapi tidak diperbaiki," ujar warga yang tidak bersedia disebut namanya.
Warga lain, berinisial YA, menyebut jalan kabupaten ini sudah rusak sejak 7 tahun terakhir. Sejak itu pula, belum pernah ada upaya perbaikan yang menyeluruh.
"Memang kondisinya seperti ini, rusak dan ditinggalkan selama 7 tahun kurang lebih. Anak saya malah pernah jatuh dari sepeda motor karena jalannya rusak," keluhnya.
Ia berharap kerusakan ini bisa segera diperbaiki, mengingat jalan ini merupakan akses utama yang setiap hari dilalui oleh ratusan kendaraan. Kondisi jalan penghubung kecamatan, kabupaten, dan juga Provinsi tetangga harus dapat perhatian pemerintah karena komoditi pertanian dan perkebunan diangkut menggunakan jalan tersebut hingga ke pasar daerah tetangga yang menguntungkan ke Kabupaten Dharmasraya.
Respons Pemerintah
Dihubungi terpisah, PJ Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR ) Kabupaten Dharmasraya, Andar Atmaja membenarkan bahwa jalan kabupaten tersebut dalam kondisi rusak. Di sisi lain, pihaknya sudah berupaya mengusulkan perbaikan lewat APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), tapi belum bisa terealisasi.
"Setiap tahun kami usulkan untuk dilakukan perbaikan, tetapi tidak terealisasi," ujarnya.
"Sekarang kita nol mempunyai anggaran karena efisiensi anggaran mau bicara apa kan susah untuk di omongin.
Kendati begitu, DPUPRK Dharmasraya tetap mengupayakan perbaikan jalan tersebut. Jika nantinya usulan perbaikan disetujui, maka proses rehabilitasi jalan akan dilakukan secara menyeluruh mengingat kondisi rusaknya masuk kategori berat," paparnya.
"Karena dalam kondisi rusak berat. Sehingga untuk perbaikan tak bisa hanya dilakukan penambalan, melainkan harus melakukan peremajaan", tutupnya.
Pewarta: Erman Ali
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 199
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
