Kejahatan Perang

Israel Bom Apartemen Direktur RS Indonesia di Gaza, Dr. Marwan Tewas Sekeluarga

250703223504-israe.jpg

Foto: Al Jazeera

Sebuah pola panjang penargetan sistematis terhadap tenaga kesehatan yang dilakukan Israel tanpa pertanggungjawaban.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Direktur Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza Palestina, Dr. Marwan Al-Sultan, tewas akibat serangan bom Israel terhadap sebuah gedung apartemen di Gaza Barat, Rabu (2/7/2025).

Melansir Al Jazeera, Dr. Marwan meninggal bersama istri dan anak-anaknya dalam serangan tersebut. Jenazah mereka lantas dipindahkan ke RS Al-Shifa di Gaza.

Lubna al-Sultan, putri Dr. Marwan, menceritakan bahwa rudal Israel secara tiba-tiba menghantam kamar sang Ayah.

Sosok al-Sultan bukanlah orang baru di dunia medis di wilayah tersebut. Ia merupakan seorang ahli jantung ternama yang lantang memperjuangkan kemanusiaan di wilayah konflik tak seimbang itu.

RS Indonesia di Jalur Gaza (Foto: Al Jazeera)

Kolega Dokter Al-Sultan menyebut pembunuhan itu menimbulkan duka mendalam. Dia tidak tergantikan. Dia terkenal dan satu dari dua dokter jantung yang tersisa di Gaza. "Ada ribuan pasien jantung akan menderita akibat pembunuhan ini," kata Direktur RS Al-Shifa, Mohammed Abu Selmia.

Dokter spesialis jantung itu menjadi tenaga medis ke-70 yang dibunuh Israel dalam 50 hari terakhir.

"Pembunuhan dokter Marwan al-Sultan oleh militer Israel adalah kerugian yang sangat besar bagi Gaza dan komunitas medis secara global. Ini akan berdampak menghancurkan pada sistem pelayanan kesehatan di Gaza," ujar Muath Alser, Direktur HWW (Healthcare Workers Watch), dilansir The Guardian, Kamis (3/6/2025).

"Ini adalah bagian dari pola panjang penargetan sistematis terhadap tenaga kesehatan yang dilakukan tanpa pertanggungjawaban. Ini bukan hanya kehilangan nyawa, tetapi juga penghancuran pengalaman dan pengetahuan medis selama puluhan tahun yang sangat dibutuhkan di tengah situasi kemanusiaan yang luar biasa buruk," tambahnya.

Beberapa pekan sebelum wafat, al-Sultan sempat berbicara kepada The Guardian, mengungkap betapa kritisnya situasi di Rumah Sakit Indonesia akibat tingginya korban luka-luka dari serangan Israel yang semakin masif sejak Mei 2025.

Pewarta: Alfen Hoesin
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 208
©2025 tingkap.co

Komentar