Mullah Pengganti

Menlu Abbas: Iran Akan Pilih Pemimpin Tertinggi Baru dalam Beberapa Hari

260302102124-menlu.jpg

Reuters/Pierre Albouy

Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi.

WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - "Iran berpotensi memilih pemimpin tertinggi baru dalam satu atau dua hari ke depan," kata Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, saat negara tersebut memulai masa berkabung selama 40 hari setelah pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel.

Berbicara secara eksklusif kepada Al Jazeera saat Iran terus bertukar tembakan dengan Israel dan Amerika Serikat, Araghchi mengonfirmasi bahwa mekanisme konstitusional suksesi sudah mulai beroperasi.

Melansir Al Jazeera, Dewan Transisi telah dibentuk, katanya, menjelaskan bahwa dewan tersebut terdiri dari tiga anggota, yaitu presiden, kepala kekuasaan yudisial, dan seorang ahli hukum dari Dewan Pengawal. Kelompok tiga orang ini akan bertindak sebagai pemimpin sementara sebelum pemimpin baru terpilih.

Saya menduga proses ini akan memakan waktu singkat. Mungkin dalam satu atau dua hari, mereka akan memilih pemimpin baru untuk negara ini, katanya merujuk pada badan terpisah yang bertugas mengemban tanggung jawab tersebut.

Presiden Masoud Pezeshkian mengonfirmasi pada Minggu bahwa dewan telah memulai kerjanya, dalam pidato yang direkam sebelumnya dan ditayangkan di televisi negara Iran, di mana ia juga mengecam pembunuhan Khamenei sebagai kejahatan besar dan mengumumkan tujuh hari libur nasional bersamaan dengan masa berkabung.

Khamenei, 86 tahun, dibunuh pada Sabtu dalam serangkaian serangan udara AS-Israel di seluruh negeri yang menewaskan setidaknya 201 orang secara total, menurut layanan darurat Iran.

Di antara korban tewas terdapat tokoh-tokoh keamanan senior dan anggota keluarga Khamenei sendiri: putrinya, menantunya, dan cucunya.

Proses pemilihan pengganti Khamenei diatur dalam konstitusi Iran. Sebuah majelis ulama beranggotakan 88 orang, yang dipilih oleh masyarakat, memiliki wewenang untuk menunjuk pemimpin tertinggi baru dengan suara mayoritas sederhana.

Proses ini terakhir kali diaktifkan pada tahun 1989, ketika Khamenei yang saat itu masih relatif muda diangkat ke posisi tersebut setelah kematian pendiri Revolusi Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Pewarta: Vero I (Kor. Washington DC)
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 69
©2026 tingkap.co

Komentar