Pembunuhan JFK
Trump Akan Membuka Dokumen-Dokumen Pembunuhan JFK

Foto: AFP melalui Getty Images
Presiden Donald Trump memegang perintah eksekutif yang ditandatanganinya untuk mendeklasifikasi berkas-berkas pembunuhan Presiden John F. Kennedy, Robert F. Kennedy, dan Martin Luther King Jr
MARYLAND, TINGKAP.CO - Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk mendeklasifikasi dokumen-dokumen pemerintah terkait pembunuhan JFK.
Seorang dokter terkenal yang menyelidiki pembunuhan Presiden John F. Kennedy pada tahun 1963 membuka tabir mandat Presiden Donald Trump untuk mendeklasifikasi berkas-berkas pembunuhan tersebut.
"Berbagai teori konspirasi dan kritik lain terhadap penyelidikan terus berlanjut dan muncul setelah laporan kami dan telah diperkuat oleh fakta bahwa seluruh laporan tersebut tidak pernah dirilis oleh penyelidikan yang dilakukan oleh Kongres," ujar ahli patologi forensik Dr. Michael Baden kepada Fox News Digital.
"Harapannya, 14.000 dokumen yang akan dirilis oleh Presiden Trump dapat menjelaskan berbagai kesalahan atau disinformasi yang telah beredar." ujar Baden.
Trump pada hari Kamis (23/1/2025) menandatangani sebuah perintah eksekutif yang bertujuan untuk mendeklasifikasi dokumen-dokumen pemerintah mengenai pembunuhan Kennedy, saudaranya yang juga calon presiden Robert F. Kennedy, dan ikon hak-hak sipil Martin Luther King Jr.
"Banyak orang telah menunggu hal ini selama bertahun-tahun, selama beberapa dekade. Semua akan terungkap," kata Trump saat menandatangani perilisan dokumen-dokumen tersebut.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 347
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
