Islamofobia
Guru di Montgomery County Public School Dikecam, Diduga Lecehkan dan Mempermalukan Siswi Muslim Berusia 8 Tahun

Foto: dcnewsnow
Seorang guru sekolah dasar di Montgomery County berada dalam masalah setelah keluarga seorang anak perempuan berusia 8 tahun mengatakan bahwa ia dilecehkan karena ia adalah seorang Muslim Amerika.
CLARKSBURG, TINGKAP.CO - Fakta membuka mata kita, betapa tak mudahnya menjadi seorang Muslim di Amerika Serikat (AS). Di AS hingga saat ini masih terjadi diskriminasi terhadap penganut Islam, ditengah pesatnya perkembangan agama Rahmatan Lil 'Alamin itu di negara Paman Sam itu.
Beberapa hari lalu kisah sedih menimpa seorang gadis kecil di sekolahnya. Seorang guru sekolah dasar di Montgomery County berada dalam masalah setelah keluarga seorang anak perempuan berusia 8 tahun mengatakan bahwa ia dilecehkan karena ia adalah seorang Muslim Amerika.
Melansir dcnewsnow, orang tua dari anak perempuan yang bersekolah di SD Cabin Branch mengajukan keluhan kepada Montgomery County Public Schools (MCPS) yang merinci pola perilaku yang sangat mengganggu dari gurunya.
Menurut Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) di Maryland, pengaduan tersebut mengatakan bahwa guru tersebut telah mempermalukan, mengancam, dan mengintimidasi siswi tersebut, terutama terkait jilbabnya.
"Yang membuat komentar yang meremehkan tentang penampilan fisiknya dan yang diduga memberikan perlakuan yang berbeda yang membuatnya menerima konsekuensi yang lebih keras untuk pelanggaran yang tidak diterima oleh siswa lain," ujar Zainab Chaudry, direktur CAIR di Maryland.
Pengaduan tersebut menuduh bahwa guru tersebut menolak memberikan akses kepada siswi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk menggunakan kamar kecil dan air minum.
"Hal ini menyebabkan putrinya merasa sangat cemas dan sangat khawatir, sangat takut. Dia enggan pergi ke sekolah," kata Chaudry.
Chaudry mengatakan bahwa keluarga tersebut tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan dari pihak sekolah. Saat itulah ayah gadis itu mengajukan keluhan ke CAIR, yang mendorong para advokat untuk menghubungi MCPS.
"Segera dalam waktu singkat, bahkan tidak sampai beberapa hari. Kami mengetahui bahwa sekolah telah mengambil tindakan konstruktif dan guru tersebut tidak lagi memiliki akses ke siswa tersebut," kata Chaudry.
Chaudry mengapresiasi MCPS yang bertindak cepat setelah mereka terlibat.
Namun,fakta bahwa keluarga tersebut merasa harus mengambil langkah tambahan untuk menghubungi CAIR dan meminta bantuan kami, jelas menandakan bahwa masih banyak yang harus dilakukan, ujarnya.
Dalam sebuah pernyataan kepada CAIR, ayah dari gadis tersebut mengatakan, "Sangat berarti bagi keluarga saya bahwa anak perempuan saya sekarang dapat merasa aman di kelas. Situasi ini membuat kami sangat stres dan khawatir sebagai orang tua, putri saya takut pergi ke sekolah sebelumnya. Dia masih kecil, dia berjuang dengan apa yang dilakukan gurunya. Tidak ada anak yang harus menghadapi situasi seperti ini dari gurunya, apa pun agamanya."
Seorang juru bicara MCPS mengatakan kepada dcnewsnow bahwa karena insiden tersebut adalah masalah pribadi, maka sistem sekolah tidak diizinkan untuk mengomentarinya.
dcnewsnow kembali meminta komentar mengenai dugaan pelecehan terhadap seorang anak, namun tidak mendapat tanggapan.
Tahun lalu, CAIR menerima 609 pengaduan dan permintaan bantuan di Maryland. Chaudry percaya bahwa jumlah tersebut masih rendah, mengingat banyaknya insiden yang tidak dilaporkan.
"Kami berharap hasil ini juga menginspirasi keluarga-keluarga lain untuk juga mencari dukungan jika orang yang mereka cintai atau teman atau seseorang yang mereka kenal mengalami situasi di mana mereka berpotensi mengalami diskriminasi," kata Chaudry.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 202
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
