MBG
Diduga Keracunan MBG Sekdakab Kabupaten Agam Lutfie Langsung Turun Periksa Sample Makanan

Foto: Istimewa
MBG diduga menyebabkan 34 murid keracunan diduga dari dapur MBG Kampuang Tangah.
AGAM, TINGKAP.CO - Kasus keracunan massal mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (1/10/2025). Sedikitnya 34 warga, termasuk anak-anak PAUD, pelajar SD, guru, hingga balita, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari dapur Kampuang Tangah.
Awalnya tercatat 19 orang yang menjalani perawatan di RSUD Lubuk Basung dan Puskesmas Manggopoh. Namun hingga malam hari, jumlah korban terus bertambah menjadi 34 orang. Sebanyak 20 korban dirawat di Puskesmas Manggopoh, sembilan orang di RSUD Lubuk Basung, dan lima orang di RSIA Rizky Bunda.
Korban mengalami gejala demam tinggi, muntah, diare berulang, hingga sakit perut parah. Ambulans terlihat hilir mudik mengantarkan pasien, sementara ruang IGD RSUD Lubukbasung sempat penuh sesak oleh warga yang panik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. M. Lutfie, AR., mengonfirmasi temuan ini. Informasi awal menunjukkan keracunan ini kemungkinan besar terkait dengan kualitas pengelolaan MBG yang didistribusikan melalui posko Kampuang Tangah. "Pemerintah berkomitmen memberikan jaminan keamanan pangan bagi warga, khususnya anak-anak," ungkapnya.
"Pemkab Agam bersama tim kesehatan telah menurunkan tenaga medis untuk melakukan penanganan darurat dan investigasi menyeluruh, termasuk memeriksa sampel makanan dan kebersihan peralatan dapur," ulas Sekda
"Kita akan tangani dulu para korban terdampak. Selanjutnya, sistem distribusi MBG akan dikaji ulang agar kejadian serupa tidak terulang," tambahnya.
Informasi lapangan menyebutkan, nasi goreng yang dibagikan dapur MBG diduga menjadi pemicu keracunan. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena dapur tersebut melayani lebih dari 3.564 penerima manfaat dari 57 sekolah di sekitar Lubukbasung.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 327
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
