Keluhan Warga
Pasien RSUD Bandung Kiwari Tetap Antri Panjang, Kendati Anggaran Fantastis Rp. 250 Milyar

Foto: Istimewa
Akibat pelayanan tidak prima terhadap pasien, DPRD Kota Bandung mendesak RSUD Bandung Kiwari agar mengevaluasi secara menyeluruh terhadap sistem manajemen.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Per awal Januari Sampai Febuari 2026 keluhan masyarakat Kota Bandung terkait pelayanan di RSUD Bandung Kiwari semakin menggema, dengan fokus utama pada kelambanan pelayanan dan antrean yang tak terkontrol di Instalasi Gawat Darurat (IGD), meskipun anggaran kesehatan kota yang dialokasikan untuk rumah sakit ini tergolong besar.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung telah mengeluarkan desakan tegas untuk melakukan perbaikan serius terkait berbagai permasalahan yang muncul. Selain lambatnya pelayanan dan antrean panjang di IGD, keterbatasan jumlah kamar rawat inap juga menjadi poin krusial yang tidak sebanding dengan tingginya jumlah pasien yang datang setiap hari.
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, secara khusus menyoroti keluhan warga mengenai kurang sigapnya tanggapan petugas medis dan non-medis saat menangani pasien, terutama di unit IGD yang sering menjadi titik awal keluhan akibat antrean yang bisa mencapai beberapa jam.
Menurutnya, desakan perbaikan signifikan sangat penting mengingat RSUD Bandung Kiwari menerima alokasi anggaran operasional yang tidak sedikit mencapai sekitar Rp250 miliar untuk tahun berjalan.
Selain permasalahan pelayanan dan antrean, keterbatasan fasilitas juga menjadi sorotan utama. Kamar rawat inap yang tersedia belum mampu menampung seluruh pasien yang membutuhkan perawatan intensif atau rawat inap jangka panjang, sehingga terkadang pasien harus ditempatkan di ruang tunggu atau dipindahkan ke rumah sakit lain jika memungkinkan.
Tak hanya masalah terkini, RSUD Bandung Kiwari juga pernah menghadapi insiden serius pada Februari 2023, ketika kebakaran terjadi di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang menyebabkan kepanikan di antara pasien, keluarga, dan petugas.
Meskipun insiden tersebut telah ditangani dan dilakukan evaluasi keamanan pada waktu itu, kasus masa lalu tersebut semakin menguatkan tuntutan masyarakat dan DPRD agar manajemen rumah sakit melakukan peningkatan mutu secara menyeluruh.
Dalam situasi terkini pada bulan Januari 2026, DPRD Kota Bandung menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen, kapasitas fasilitas, dan kinerja petugas harus segera dilakukan jika pelayanan tidak menunjukkan perbaikan yang nyata seiring dengan besarnya anggaran yang telah dialokasikan.
"Kondisi ini menuntut komitmen penuh dari manajemen RSUD Bandung Kiwari untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, agar sesuai dengan harapan masyarakat dan tanggung jawab yang diberikan oleh pemerintah kota," ungkapnya.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 63
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
