Kearifan Lokal
Hajat Cai di Bandung Barat, Perumdam Tirta Wibawa Mukti Perkuat Komitmen Jaga Sumber Air

Foto: Istimewa
Prosesi tradisi Hajat Cai oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wibawa Mukti Kabupaten Bandung Barat (KBB) di kawasan reservoar Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Selasa (13/10/2026).
BANDUNG BARAT, TINGKAP.CO- Air bukan sekadar kebutuhan hidup, tetapi juga anugerah yang harus dijaga kelestariannya. Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan tradisi Hajat Cai oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wibawa Mukti Kabupaten Bandung Barat (KBB) di kawasan reservoar Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Direktur Perumdam Tirta Wibawa Mukti, Dedi Hermansyah, SH, ini menjadi ungkapan rasa syukur atas karunia Allah SWT sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen menjaga sumber daya air demi keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
Hajat Cai tersebut dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Ketua Komisi II DPRD KBB Amung Makmur, serta sejumlah anggota Komisi II DPRD KBB.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asep Ismail mengapresiasi perkembangan Perumdam Tirta Wibawa Mukti yang dinilai menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan perusahaan.
Menurutnya, perusahaan daerah yang sebelumnya mengalami kondisi keuangan minus kini telah mampu memberikan bagi hasil kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
"Atas nama kepemimpinan kami bersama Pak Jeje, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur atas capaian ini," ujar Asep.
Ia juga mengingatkan pentingnya memenuhi kewajiban pembayaran pajak dan menyetorkan pendapatan daerah sesuai ketentuan agar dapat mendukung keberlanjutan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk warga di sekitar sumber mata air Cibanteng.
Asep mengakui, selama satu tahun enam bulan kepemimpinannya bersama Bupati Bandung Barat Jeje, masih banyak program dan target pembangunan yang perlu dituntaskan.
Meski demikian, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, di antaranya pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
Ia juga berjanji akan menyampaikan kepada Bupati mengenai kebutuhan pembangunan jalan di Kampung Cipadagirang, yang menjadi lokasi bangunan reservoar tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD KBB Amung Makmur menyoroti tantangan pengelolaan sumber air di Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, sebagian besar sumber mata air di wilayah tersebut masih dikelola Perumda Tirta Raharja, perusahaan air minum milik Kabupaten Bandung yang merupakan daerah induk sebelum pemekaran Kabupaten Bandung Barat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan cakupan pelayanan air bersih sekaligus mengembangkan kapasitas Perumdam Tirta Wibawa Mukti sebagai perusahaan milik Kabupaten Bandung Barat.
Terlepas dari tantangan tersebut, Amung mengapresiasi perkembangan dan komitmen pelayanan Perumdam Tirta Wibawa Mukti di bawah kepemimpinan Dedi Hermansyah.
Ia berharap perusahaan daerah tersebut terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Bandung Barat.
Layani 1.300 Pelanggan, Debit Air Capai 50 Liter per Detik
Direktur Perumdam Tirta Wibawa Mukti, Dedi Hermansyah, menjelaskan bahwa sumber mata air Cibanteng yang ditampung melalui reservoar di Desa Mekarjaya memiliki debit penyaluran sekitar 50 liter per detik dan melayani sebanyak 1.300 pelanggan.
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan air, Perumdam juga telah membeli lahan kebun di sekitar sumber mata air Cibanteng. Lahan tersebut kemudian ditanami pepohonan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kestabilan pasokan air sepanjang tahun.
Pembelian lahan itu sekaligus menambah aset perusahaan daerah yang dapat dicatatkan dalam pengelolaan kekayaan Perumdam.
"Ke depan, kami akan mengupayakan pembangunan penampungan dari sumber-sumber mata air lain yang dikelola Tirta Wibawa Mukti. Dengan begitu, keberadaan Perumdam diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bandung Barat," kata Dedi.
Langkah menjaga kawasan sumber air tersebut menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga, sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada pelanggan.
Prosesi Hajat Cai ditandai dengan penuangan air yang berasal dari mata air Cibanteng menggunakan kendi ke dalam bak reservoar. Prosesi tersebut dilakukan secara bersamaan oleh Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Ketua Komisi II DPRD KBB Amung Makmur, dan Direktur Perumdam Tirta Wibawa Mukti Dedi Hermansyah.
Dalam keterangannya kepada TINGKAP.CO, Dedi mengatakan Hajat Cai direncanakan menjadi kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Jumadilawal berdasarkan kalender Hijriah.
Ke depan, kegiatan tersebut juga akan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumber daya air.
Menurut Dedi, penetapan waktu pelaksanaan Hajat Cai tidak mengacu pada peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret, tetapi mengikuti siklus kalender Hijriah yang dinilai memiliki kedekatan dengan keyakinan dan budaya masyarakat.
"Perayaan Hajat Cai ini harus selaras dengan keyakinan dan budaya kita yang memuliakan air sebagai salah satu anugerah Allah SWT kepada manusia dan alam semesta," ujarnya.
Ia berharap Hajat Cai tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga sumber air, melestarikan hutan, dan mempertahankan keseimbangan alam.
Melalui tradisi ini, Perumdam Tirta Wibawa Mukti ingin mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga sumber air merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, keberlanjutan pasokan air bersih tidak hanya bergantung pada pengelolaan perusahaan, tetapi juga pada kepedulian semua pihak terhadap kelestarian lingkungan.
Pewarta: Fidelis
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 248
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Asap Pembakaran Jerami Ganggu Warga Summarecon Bandung, Summarecon Gandeng ITB Cari Solusi
- TNI TERUS BERGERAK! Tim Damkar Kodam XXII/TB Padamkan Titik Api di Palangka Raya
- Tanam 2.000 Pohon, Bandung Perkuat Mitigasi Bencana di Kawasan Rawan Longsor
- Banjir Tak Kenal Batas Kota, Farhan Dorong Solusi Bersama Bandung Raya
- Jabar Jadi Percontohan Pengurangan Sampah Pangan, Bandung Raya Sumbang 1,5 Juta Ton per Tahun
- Perkuat Bank Sampah, Bupati Mojokerto Minta Kantor Pemerintah Jadi Contoh
- Pemprov Jabar Siapkan Rp120 Miliar per Tahun untuk Gaji Petani Penanam Pohon
- Bukan Sekadar Bencana, Galodo Arosuka Ternyata Sudah Diperingatkan Sejak Dulu
- Galodo Terjang Arosuka, Jalur Solok-Padang Putus Total - Kantor Bupati Lumpuh
- DPD GNTI Jakarta dan YANB Kolaborasi, 250 Warga Kampung Nelayan Kalibaru Cilincing Dapat Pengobatan Gratis
