Kajian Geologis

Bukan Sekadar Bencana, Galodo Arosuka Ternyata Sudah Diperingatkan Sejak Dulu

260922135537-bukan.jpg

@tingkap/Alfen Hoesin

Poster yang sudah pensiun sebagai ASN 8 tahun lalu itu mengenang pesan almarhum Delifa Marjusi.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Di balik lumpur tebal yang menghantam Kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka Senin (21/9/2026) malam, tersimpan cerita lama yang luput dikaji.

Sumber TINGKAP.CO di Kabupaten Solok, Poster Madri mengungkap, lokasi kantor yang kini lumpuh itu ternyata sudah pernah diingatkan berada di atas jalur gempa dan longsor

Dulu, Kantor Bupati Solok masih berada di Koto Baru, di era Bupati Gamawan Fauzi. Saat itu Kabupaten Solok masih sangat luas, bahkan mencakup wilayah Solok Selatan yang sekarang sudah mekar menjadi kabupaten sendiri.

Karena jauhnya akses kecamatan untuk berurusan ke dinas-dinas, muncul inisiatif membangun pusat pemerintahan baru.
Masyarakat kemudian menghibahkan tanah di Aro Suka (Arosuka) untuk pembangunan Kantor Bupati.

"Jadi kebaikan dan keburukan belum dikaji, belum difikirkan efek sampingnya," kata Poster Madri kepada TINGKAP.CO melalui pesan WhatsApp, Selasa (22/9/2026).

Di masa pembangunan itu, ada seorang petugas pengamat Gunung Api Talang bernama Delifa Marjusi (Alm) yang sering hadir dalam rapat koordinasi kegunungapian, bahkan pernah sampai ke Direktorat Jenderal Geologi dan Vulkanologi di Bandung.

Almarhum Delifa Marjusi pernah menyampaikan peringatan secara terbuka.

"Di bawah tanah gedung Kantor Bupati itu adalah jalan gempa dan longsor. Kalau dapat yang aman, kantor/gedung dibangun agak ke ujung sedikit kira-kira 500 meter arah ke Lubuk Selasih," ujarnya.

Baca juga: Galodo Terjang Arosuka, Jalur Solok-Padang Putus Total - Kantor Bupati Lumpuh

Namun peringatan itu, kata Poster Madri, tidak ada satupun yang menanggapi. Saat itu gedung sudah terlanjur siap dibangun.

"Jadi baru sekarang ada buktinya," ucap Poster yang sudah pensiun sebagai ASN 8 tahun lalu itu mengenang pesan almarhum Delifa Marjusi.

Peringatan 500 meter ke arah Lubuk Selasih itu kini terasa relevan. Galodo Senin malam yang membawa material batu, lumpur, dan kayu dari perbukitan di belakang kompleks DPMN memang membuktikan kawasan tersebut berada di jalur aliran material vulkanik dan patahan.

Cerita ini menjadi pengingat bahwa pembangunan pusat pemerintahan seharusnya mengedepankan kajian mitigasi bencana, bukan hanya soal aksesibilitas.

Tim TINGKAP.CO masih berupaya mengonfirmasi kajian geologi terkait jalur gempa di bawah kompleks Arosuka ke berbagai pihak terkait.

Pewarta: Alfen Hoesin
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 366
©2026 tingkap.co

Komentar