Mitigasi Bencana

Tanam 2.000 Pohon, Bandung Perkuat Mitigasi Bencana di Kawasan Rawan Longsor

261019121631-tanam.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Wali Kota Farhan resmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi seluas 11.000 meter persegi yang kini ditanami 2.000 pohon.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat upaya pencegahan bencana melalui penghijauan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi seluas 11.000 meter persegi yang kini ditanami 2.000 pohon.

Peresmian RTH yang berlokasi di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, pada Minggu (18/10/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih hijau sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan pengurangan risiko harus menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, ancaman bencana tidak selalu dapat dihindari. Namun, dampaknya bisa ditekan melalui pengurangan kerentanan lingkungan dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

"Bahaya itu tidak bisa dihindari, bahaya itu tidak bisa dihilangkan. Yang bisa dikurangi adalah dampaknya atau risikonya. Itu bisa dikurangi dengan cara mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas," ujar Didi.

Ia menjelaskan, pengembangan RTH Pasirwangi telah dicanangkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Juli 2026. Penanaman sebanyak 2.000 pohon kini telah rampung, sementara pemeliharaan kawasan terus dilakukan melalui penyiraman setiap hari.

Keberadaan RTH ini tidak hanya diharapkan menambah ruang hijau di Kota Bandung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap potensi bencana.
Farhan Ingatkan Warga di Lereng agar Waspada

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan dengan kontur tanah curam, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor saat musim hujan.

Ia meminta camat dan lurah di wilayah Ujungberung, termasuk Pasirwangi, untuk memperkuat pemantauan kondisi lingkungan dan memastikan keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan.

"Khusus untuk camat dan lurah di Ujungberung dan Pasirwangi dengan kontur yang sangat ekstrem seperti ini, maka setiap kali hujan waspada. Sebelum hujan lebih waspada. Pastikan warga yang tinggal di lereng agar betul-betul kuat," kata Farhan.

Farhan mengungkapkan, pada awal Januari lalu, sejumlah keluarga harus dievakuasi karena rumah mereka berada di kawasan tebing yang berisiko roboh. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah jatuhnya korban jiwa.

Menurutnya, kewaspadaan terhadap longsor tidak hanya diperlukan di Pasirwangi dan Ujungberung, tetapi juga di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti Cibiru dan Mandalajati.

Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini melalui koordinasi pemerintah kewilayahan, pemantauan lingkungan, serta kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Selain longsor, Farhan juga meminta perhatian terhadap berbagai risiko lingkungan lainnya, mulai dari polusi udara hingga potensi kebakaran pada tumpukan sampah di area terbuka.

Ia meminta BPBD berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memperkuat langkah antisipasi, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi kebakaran di lokasi penumpukan sampah.
 
Peresmian RTH Pasirwangi juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Bandung dan BINUS University Bandung mengenai penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan sumber daya manusia.

Direktur BINUS University Bandung, Johan Muliadi Kerta, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

"BINUS bukan hanya memberikan pendidikan, tapi kami dan para civitas akademika juga ingin berkontribusi kepada masyarakat dan Kota Bandung pada umumnya," ujar Johan.

Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia, mendorong inovasi, serta mendukung pembangunan Kota Bandung yang berkelanjutan.

Melalui kemitraan ini, BINUS University Bandung juga ingin memperluas kontribusi dalam pengurangan risiko bencana, peningkatan literasi masyarakat, dan pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi lingkungan.

"Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam upaya pengurangan risiko bencana, peningkatan literasi masyarakat, pengembangan teknologi yang bermanfaat serta penciptaan lingkungan yang lebih aman, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang," katanya.

Johan menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan bagi berbagai program bersama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui penghijauan, penguatan kesiapsiagaan warga, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi, Pemkot Bandung berupaya membangun sistem mitigasi bencana yang lebih kuat. Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan dunia pendidikan.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 136
©2026 tingkap.co

Komentar