Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali, Polda Banten Imbau Warga dan Wisatawan Waspada

Dok. Polda Banten
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan.
SERANG, TINGKAP.CO - Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan. Dalam periode pengamatan Senin (5/10/2026), gunungapi yang berada di Selat Sunda tersebut tercatat mengalami empat kali letusan.
Kondisi ini membuat Polda Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga dan wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, aktivitas tersebut terjadi pada periode pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
Empat letusan tercatat memiliki amplitudo 3955 milimeter dengan durasi 20 hingga 798 detik. Namun, kolom erupsi dari keempat letusan tersebut tidak teramati.
Selain letusan, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau juga masih terekam. PVMBG mencatat dua kali gempa Low Frequency, lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak, tiga kali gempa Vulkanik Dangkal, dan satu kali gempa Vulkanik Dalam.
Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 0,510 milimeter dan amplitudo dominan 2 milimeter.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0III. Sementara itu, asap kawah maupun kolom erupsi tidak teramati.
Kondisi cuaca di sekitar gunungapi dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berkisar 27,630 derajat Celsius, kelembapan 7487 persen, sedangkan kondisi ombak laut terpantau sedang.
Polda Banten: Jangan Panik, Tetap Waspada
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten agar memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap rekomendasi dari PVMBG," ujar Maruli.
Maruli juga mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk mematuhi rekomendasi PVMBG dengan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih informasi mengenai aktivitas gunungapi yang dapat menimbulkan keresahan.
"Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menerima informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, pastikan sumbernya berasal dari instansi resmi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan tidak menimbulkan kepanikan," katanya.
Polda Banten bersama jajaran, lanjut Maruli, akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi gunungapi dapat diterima masyarakat secara cepat, akurat, dan tidak menimbulkan kepanikan.
"Masyarakat kami harapkan tetap mengutamakan keselamatan, mematuhi batas aman yang telah ditetapkan, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perkembangan situasi. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama," tutup Maruli.
Pewarta: Sofyandri Triyadi R
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 423
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
