Bedah Rumah
Kabar Baik! Jabar Dapat 49.299 Bantuan Bedah Rumah pada 2026, Naik Hampir 8 Kali Lipat

Dok. Diskominfo Jabar
Menteri PKP Maruarar Sirait sedang berbincang-bincang dengan Sekda Jabar Herman Suryatman.
SUBANG, TINGKAP.CO - Kabar baik bagi masyarakat Jawa Barat yang membutuhkan hunian layak. Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat alokasi 49.299 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Jumlah ini melonjak hampir delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 6.367 unit.
Setiap unit rumah mendapat bantuan sebesar Rp20 juta. Dengan demikian, puluhan ribu keluarga di Jawa Barat berpeluang menikmati hunian yang lebih layak melalui program bantuan pemerintah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, peningkatan alokasi BSPS tersebut tidak terlepas dari dukungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta komitmen Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Hal itu disampaikan Herman saat mendampingi kunjungan kerja Menteri PKP dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan di lokasi bedah rumah, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026).
Warga Jabar yang istimewa, untuk program BSPS atau bahasa kita di daerah Rutilahu, posisi terakhir Jabar mendapatkan 49.299 unit, per unitnya Rp20 juta. Ini meningkat hampir delapan sampai sembilan kali lipat dari sebelumnya 6.367 unit, kata Herman.
Subang Dapat 1.332 Unit, Naik dari 225 Rumah
Lonjakan bantuan juga dirasakan Kabupaten Subang. Pada 2026, daerah tersebut memperoleh alokasi 1.332 unit BSPS, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan 225 unit.
Menurut Herman, besarnya alokasi bantuan harus diimbangi dengan pelaksanaan yang transparan, demokratis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia pun menyaksikan langsung proses pemilihan dalam pelaksanaan program yang disebut sebagai tender rakyat di Subang.
"Saya kira ini sangat demokratis, transparan. Rp20 juta per unit dan itu dilaksanakan secara akuntabel. Kita ikuti proses tender rakyat," ujarnya.
Herman menegaskan, keberhasilan program BSPS tidak cukup diukur dari banyaknya bantuan yang dialokasikan. Hal yang lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan digunakan sesuai peruntukannya.
Dari total alokasi 49.299 unit BSPS untuk Jawa Barat, sebanyak 13.432 unit telah terealisasi. Pemerintah daerah diharapkan terus mempercepat pelaksanaan program agar semakin banyak warga bisa menikmati manfaatnya.
Selain bantuan bedah rumah, pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap sektor perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP), yang telah berjalan sejak 2025.
Hingga saat ini, penyaluran KPP tercatat mencapai Rp115 miliar kepada 208 debitur dari total 456 debitur.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, Kabupaten Subang dipilih sebagai salah satu lokasi sosialisasi karena menjadi daerah prioritas penyaluran kredit perumahan, rumah subsidi, serta program bedah rumah.
Menurut Maruarar, pemerintah ingin memastikan berbagai program perumahan tidak berhenti pada penandatanganan komitmen, tetapi benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kami ingin komitmen yang sudah ditandatangani tidak hanya di atas kertas. Sosialisasi sudah kita lakukan keliling Indonesia, sekarang saatnya realisasi. KPP harus benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk di Subang," ujar Maruarar.
Ia juga meminta seluruh pihak mempercepat pelaksanaan program agar anggaran yang telah disediakan dapat terserap secara optimal.
"Ya, jangan sampai tidak terserap. Ini tinggal 2,5 bulan lagi. Tolong kerja keras, uangnya sudah ada, apa-apanya sudah ada," tegasnya.
Peningkatan alokasi bantuan bedah rumah dan dukungan pembiayaan perumahan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah pun menjadi kunci agar program tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi warga Jawa Barat.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 79
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
- Farhan Gandeng PERSIS, PKL Bandung Didorong Bersertifikat Halal dan Lebih Higienis
