Dakwah dengan Cara Dialog dan Diskusi ala Imam Shamsi Ali

BANDUNG, TINGKAP.CO - Syiar Islam adalah menjadi tanggungjawab setiap umat Muslim. Keberlanjutan dan perkembangan agama Allah ini sangat bertumpu pada syiar yang konsisten. Komunikasi syiar dakwah yang paling efektif menurut Islam adalah dengan contoh atau keteladanan seperti yang dilakukan Rasulullah.

Namun, semakin berkembang populasi manusia tentu banyak cara lain berdakwah, termasuk berdiskusi lintas agama. Seperti yang dilakukan Imam Shamsi Ali, Direktur Jamaica Muslim Center, New York, Amerika Serikat. 

Disuatu acara, seorang wanita Nasrani (Kristen) bertanya kepada Imam Shamsi Ali: Apakah kamu punya kisah favorit dalam Al Quran?

Imam Shamsi menjawabnya, bahwa kisah favorit saya adalah kisah Maryam saat melahirkan bayinya. "Dia saat itu masih remaja, tanpa siapa pun. Dan dia ditempatkan di rumah ibadah, lalu tiba-tiba dia hamil," tuturnya menjelaskan.

Dilanjutkan, saat itu dia (Maryam) pergi keluar, ke tempat yang sekarang Betlehem, dia sedang duduk di bawah pohon kurma dan disebutkan dalam Al Quran, bahwa dia berkata, seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan (selama-lamanya). (QS. Maryam : 23)

"Itu sangatlah sulit bagi dirinya.
Ketika saya merenungkan yang satu ini, saya ingat betapa sulitnya hidup (Maryam). Lalu dia akan membawa bayinya ke komunitas Yahudi, orang-orang yang menganggap diri mereka begitu suci, sangat religius," ucap Imam Shamsi seperti yang dikisahkan dalam Instagramnya.

Dikatakannya, mereka pun memberi tanggapan, bagaimana mungkin Anda akan memiliki bayi? "Ayahmu adalah orang yang baik, ibumu baik, wanita baik," ucapnya lagi.

Dan Al Quran pun menyebutkan ketika orang-orang itu bertanya padanya,
Dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, wahai Maryam, sungguh engkau benar-benar telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. (QS. Maryam : 27)

"Dan mereka menuduh Maryam melakukan perzinaan. Dan Allah berkata melalui malaikat kepada Maryam, tunjuklah ke bayi itu. Dan dia menunjuk ke bayi itu. Dan bayi itu benar-benar berbicara," paparnya mengisahkan.

Imam Shamsi melanjutkan kisah itu, Dia (Isa) berkata, sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. (QS. Maryam : 30).

"Itu disebutkan dalam Al Quran sebenarnya. Ini kisah yang saya senangi," pungkas ustadz internasional yang berasal dari Sulawesi Selatan itu.

Allah SWT sendiri menganjurkan kita berdakwah dengan berdiskusi yang paling menyentuh hati karena dua arah. Berbeda dengan dakwah satu arah yang monoton.

"Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik," (QS. An-Nahl: 125)

Pewarta: Alfen Hoesin
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 165
©2026 tingkap.co

Komentar