Tebar Ikan
Ratusan Kg Ikan Ditebar, Kadis PUPR : Untuk Menambah Populasi Irigasi

Foto: @tingkap/Agus Sopian
Dalam rangka Hari Bakti PU Ke-80, Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail tebar ikan di wilayah irigasi blok Talangseng, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Sabtu (06/11/2025).
GARUT, TINGKAP.CO - Ratusan kilo gram ikan mas ditebar, untuk dipancing dan ditangkap oleh siapa saja bagi warga masyarakat yang berminat mendapatkan ikan. Ikan tersebut sengaja dilepas (tebar) untuk masyarakat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut.
Hal tersebut adalah dalam rangka memperingati hari Bhakti PU yang ke 80, yang dihadiri oleh Asda II selaku perwakilan Bupati Garut. Selain itu, turut hadir berbagai instansi hingga elemen masyarakat, dan pegiat sosial lainnya, yang bertempat di wilayah irigasi blok Talangseng, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Sabtu (06/11/2025).
Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail mengatakan, Alhamdulillah bahwa, hari ini kita dapat berkumpul bersama seluruh jajaran instansi juga warga masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhakti PU yang ke 80.
"Demikian juga acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan peringatan pada Hari Bakti PU ke 80. Sesuai tema tahun ini infrastruktur berkeadilan, rakyat sejahtera, Indonesia maju menjadi pengingat bahwa
pembangunan fisik harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,"ujarnya.
Ia menegaskan, Irigasi bukan hanya menyalurkan air saja. Namun, bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat, yang diantaranya, mulai dari perikanan, wisata, sampai kawasan edukasi.
"Demikian juga Infrastruktur sangat penting, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana agar dapat meningkatkan kesejahteraan," tegasnya.
Terkait lepas dan menebar ikan dilokasi irigasi blok Talangseng, lanjut ia menjelaskan, penebaran ikan dilakukan bukan hanya untuk kegiatan dipancing dan ditangkap langsung, tetapi juga untuk menambah populasi ikan di saluran irigasi Talangseng ini.
Kemudian infrastruktur irigasi merupakan salah satu sumber yang menjadi sektor pertanian. Oleh karena itu, tidak akan berkembang tanpa dukungan jaringan irigasi yang memadai dan berkelanjutan.
Irigasi adalah tulang punggung ketahanan pangan. Karena itu, pembangunan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan agar tidak menimbulkan degradasi. Maka, pentingnya pendekatan ekosistem dalam setiap pembangunan.
"Ada wilayah yang harus tetap lestari. Jalan pertanian berbatu itu bagian dari menjaga ekosistem. Infrastruktur harus adil, sesuai kebutuhan, dan berwawasan lingkungan," ujarnya.
la berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan untuk Garut. "Maka, melalui dukungan semua pihak, kita dapat mewujudkan infrastruktur yang berkeadilan, rakyat sejahtera, Indonesia maju, dan Garut yang hebat serta berkelanjutan," harapnya.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 141
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
