Kota Inklusif
Farhan Ajak Warga Kota Bandung Wujudkan Kota Inklusif

Dok. Diskominfo Kota Bandung
Wali Kota Farhan menegaskan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat terkait kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat terkait kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia.
Hal itu disampaikan dalam peringatan Ulang Tahun ke-4 Dilans Indonesia, di Gedung Fragment Project, Jalan Ir. H. Djuanda, Sabtu 6 Desember 2025.
Farhan mengungkapkan, penyandang disabilitas atau menjadi lansia membuat batas kemampuan seseorang dalam mengendalikan lingkungan sekitarnya menjadi semakin terbatas.
"Saya menyadari betul bahwa menjadi disabilitas dan menjadi lansia membuat kemampuan kita untuk mengendalikan hal-hal di luar diri kita menjadi sangat terbatas. Ini harus dipahami secara komprehensif oleh seluruh masyarakat," ujar Farhan.
Lebih lanjut, Farhan mengapresiasi kehadiran kelompok Pergerakan Disabilitas dan Lansia Berdaya (Dilans) yang selama empat tahun terakhir dinilai menjadi penggerak penting dalam meningkatkan kesadaran publik tentang inklusi.
"Kelompok Dilans punya daya gedor luar biasa. Mereka membuat semua orang mau tidak mau mengalihkan perhatian kepada isu disabilitas dan lansia. Manfaat perjuangan mereka bukan hanya untuk kelompok disabilitas dan lansia, tapi untuk seluruh masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, semua orang perlu memahami bahwa ada hal-hal yang berada di luar batas kendali manusia, terlebih bagi mereka yang memiliki keterbatasan.
"Bayangkan jika batas pengendalian kita semakin sempit. Di situlah pentingnya memberikan kesempatan yang sama," tuturnya.
Dilans Indonesia telah menerjemahkan gerakannya dalam empat program utama yang dijalankan melalui Inclusive District Platform (IDP) di tiga kota: Kecamatan Sumur Bandung (Kota Bandung), Semarang Tengah (Kota Semarang), dan Kemantren Jetis (Yogyakarta).
Pewarta: Dewi Apriatin
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 94
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
