Rusunami
Kolaborasi Pusat dan Daerah, Rusunami di Bandung Siap jadi Hunian Masyarakat

Dok. Diskominfo Kota Bandung
Maruarar Sirait saat meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami), Kamis 12 Februari 2026.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Pemerintah pusat dan daerah mengakselerasi program perumahan rakyat di Kota Bandung. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memuji langkah cepat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang dinilai sigap membangun kolaborasi lintas level pemerintahan demi menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pak Wali Kota baru setahun menjabat, tapi geraknya cepat. Dengan Pak Gubernur, Pak Sekda, kita buktikan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo, provinsi, kota, hingga kelurahan dan RW bisa bergerak kompak, kata Maruarar Sirait saat meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami), Kamis 12 Februari 2026.
Maruarar mengaku, program Rusunami tidak akan lepas dari tantangan di lapangan. Namun, ia menekankan pentingnya integritas, tata kelola yang baik, kualitas bangunan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
"Tidak mungkin mulus tanpa kendala. Tapi dengan niat baik, doa, dan kerja sama, kita bisa. Pastikan integritas, tata kelola, kualitas hunian, dan tepat sasaran untuk rakyat Bandung," tuturnya.
Program Rusunami ini tidak hanya difokuskan di satu titik. Pemerintah menyiapkan beberapa lokasi potensial lain, di antaranya kawasan Cimincerang wilayah Bandung Timur. Konsep ini diharapkan memperluas akses hunian layak di berbagai penjuru kota.
Terkait target waktu, Maruarar menyebut pemerintah tengah merampungkan perencanaan menyeluruh, mulai dari aspek tata kelola, regulasi, pembiayaan, hingga mekanisme pelaksanaan. Kepastian skema program dijanjikan akan diumumkan dalam dua pekan ke depan.
Rusunawa Sadang Serang, Bandung (Dok. Diskominfo Kota Bandung)
"Mudah-mudahan dua minggu lagi semua sudah lebih jelas. Kita janji ketemu lagi akhir Februari untuk menyampaikan detailnya," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan berharap, Kota Bandung bisa memperoleh alokasi sekitar 1.000 unit rumah subsidi. Skema yang dirancang berbasis kepemilikan, bukan relokasi, sehingga tidak ada unsur pemaksaan kepada warga.
"Kita berharap Bandung bisa dapat sekitar seribu unit. Ini hak milik, bukan relokasi. Targetnya masyarakat berpenghasilan rendah yang belum punya rumah tapi punya penghasilan sehingga bisa mencicil," jelas Farhan.
Ia menambahkan, pembiayaan akan didukung skema subsidi dari Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) agar cicilan lebih terjangkau. Farhan juga mengusulkan agar guru menjadi salah satu kelompok prioritas penerima hunian.
"Di sekitar sini banyak sekolah, jadi ekosistemnya mendukung. Guru akan kita prioritaskan supaya mereka bisa tinggal lebih tenang," katanya.
Sedangkan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menyatakan, Pemprov Jabar siap mendukung penuh program tersebut. Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan perumahan vertikal untuk menekan alih fungsi lahan.
"Pak Gubernur sudah berkomitmen dengan Pak Menteri. Perumahan vertikal kita dorong agar alih fungsi lahan bisa diminimalisasi. Terobosan Pak Wali Kota di Bandung ini bisa jadi role model dan akan kami replikasi di kota-kota lain di Jawa Barat," ujar Herman.
Pewarta: Martin Abidin
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 51
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
