Sekolah Keluarga Gemilang
Yesi Ramlan, Akibat Melemahnya Fungsi Keluarga Lahirlah Inovasi Sekolah Keluarga

Dok. Diskominfo Bukittinggi
Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan, tahun 2026 sebanyak 720 orang mendaftar Sekolah Keluarga Gemilang, 699 orang mengikuti pembelajaran selama 15 kali pertemuan, dan 638 peserta berhak diwisuda
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Wisuda Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026, berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wako, Selasa, 21 Juli 2026.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan Sekolah Keluarga Gemilang merupakan wujud kehadiran Pemko Bukittinggi dalam memperkuat ketahanan keluarga. Berbagai permasalahan sosial, seperti tingginya angka perceraian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ), hingga maraknya pelaku LGBT, sering kali berawal dari keluarga.
"Ketahanan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibangun dengan ilmu yang terus ditingkatkan," jelas Ramlan
Pemko Bukittinggi berkomitmen melanjutkan Sekolah Keluarga Gemilang setiap tahun sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mengatasi berbagai permasalahan sosial. Ia juga mengajak para wisudawan menjadi pelopor keluarga berkualitas dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan masing-masing.
Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias selaku inisiator Sekolah Keluarga Gemilang Kota Bukittinggi, menyampaikan, Sekolah keluarga diawali tahun 2018 sebagai respons terhadap semakin beragamnya permasalahan sosial di tengah masyarakat.
Berangkat dari pemikiran bahwa akar berbagai persoalan tersebut berada pada melemahnya fungsi keluarga, lahirlah Sekolah Keluarga sebagai inovasi daerah untuk membangun ketahanan keluarga melalui pendidikan masyarakat.
Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan, tahun 2026 sebanyak 720 orang mendaftar Sekolah Keluarga Gemilang, 699 orang mengikuti pembelajaran selama 15 kali pertemuan, dan 638 peserta berhak diwisuda, terdiri dari 203 peserta dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, 193 peserta dari Kecamatan Guguk Panjang, dan 242 peserta dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Dari total peserta yang diwisuda , 8 orang merupakan peserta laki-laki.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 59
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Andra Soni Dukung Target Kredit Rp400 Triliun, UMKM Banten Didorong Lebih Produktif
- DPRD Langkat Tetapkan 13 Ranperda 2027, Atur Pilkades hingga Perlindungan Tenaga Kerja Lokal
- Kemarau Mengancam Pasokan Air, Bupati Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih untuk Warga
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
