Pasar Juara

Pasar Cijerah Bandung Berubah Drastis! Kini Lebih Bersih, Lulus SNI, dan Punya Pusat Kuliner

261027085501-pasar.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Pasar Cijerah sebelumnya identik dengan tumpukan sampah, kini berganti wajah tampil lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Wajah Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung kini berubah drastis. Pasar yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah dan penataan yang kurang rapi itu kini tampil lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Tak hanya mempercantik pasar tradisional, revitalisasi yang dilakukan juga menghadirkan fasilitas lebih memadai, pengelolaan sampah organik, hingga kawasan kuliner modern bernama Cijerah Food Market.

Menariknya, Pasar Cijerah Cerah menjadi pasar pertama di Kota Bandung yang dinyatakan lulus Standar Nasional Indonesia (SNI) setelah melalui audit Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Kepala Pasar Cijerah Cerah Kota Bandung, Denny Arifin, mengatakan proses revitalisasi berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan. Pembangunan berjalan kondusif berkat dukungan para pedagang dan unsur kewilayahan.

Revitalisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.

"Pasar Cijerah Cerah merupakan salah satu dari sekian banyak pasar di Kota Bandung yang telah melakukan revitalisasi atau peremajaan. Alhamdulillah, setelah peremajaan, pasar dapat beroperasi dengan lancar dan didukung penuh oleh semua pihak," ujar Denny saat ditemui di kawasan Pasar Cijerah Cerah, Senin (26/10/2026).

Menurut Denny, perubahan paling terasa terlihat pada kebersihan lingkungan, penataan area perdagangan, serta peningkatan fasilitas yang menunjang kenyamanan pengunjung.

Pasar kini dilengkapi toilet yang lebih representatif, fasilitas keamanan dan kebersihan, serta area parkir yang lebih tertata untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional sekaligus menjadikannya pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu pembenahan penting di Pasar Cijerah Cerah adalah pengelolaan sampah yang mulai dilakukan secara mandiri.

Pengelola mengembangkan metode budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) untuk mengolah sampah organik. Upaya ini menjadi bagian dari langkah mengurangi sampah sekaligus memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai guna.

Denny menjelaskan, program pengolahan sampah tersebut masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, pengelola mengolah sekitar satu kuintal sampah organik dengan hasil budidaya maggot kurang lebih 12 kilogram per minggu. Maggot yang dihasilkan kemudian disalurkan untuk pakan ikan di kolam-kolam sekitar pasar.

"Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola," jelasnya.

Pengelolaan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik secara produktif.

Tak berhenti pada pembenahan pasar tradisional, pengelola juga menghadirkan Cijerah Food Market yang diluncurkan pada 17 Oktober 2026.

Kawasan kuliner ini dirancang untuk menghidupkan aktivitas ekonomi setelah jam perdagangan pasar tradisional mulai berkurang. Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan tradisional hingga kopi dalam suasana yang lebih nyaman.

Pengelola juga masih membuka kesempatan bagi calon pelaku usaha kuliner yang ingin bergabung menjadi tenant di kawasan tersebut.

Denny berharap kehadiran Cijerah Food Market dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan antara pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kuliner.

"Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik," tuturnya.

Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, terutama untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Sementara itu, Cijerah Food Market melayani pengunjung hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.

Untuk menambah daya tarik, pengelola juga menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan musik langsung hingga nonton bareng pertandingan sepak bola.

Dengan konsep tersebut, Pasar Cijerah Cerah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berbelanja kebutuhan pokok, tetapi juga ruang berkumpul dan menikmati kuliner bagi masyarakat.
 
Saat ini, Pasar Cijerah Cerah menaungi sekitar 190 pedagang dari berbagai jenis komoditas. Revitalisasi pasar pun mendapat sambutan positif dari pedagang yang telah bertahun-tahun menggantungkan penghasilan di tempat tersebut.

Rudi, pedagang sayuran yang telah berjualan selama sekitar 12 tahun, mengaku merasakan perubahan signifikan setelah pasar direvitalisasi.

Menurutnya, kondisi bangunan yang sebelumnya kerap bocor kini jauh lebih baik. Lingkungan pasar juga lebih bersih, terawat, dan tertata sehingga aktivitas jual beli terasa lebih nyaman.

"Dulu pasarnya kurang bagus, sekarang mah bagus. Kalau dulu banyak yang bocor, sekarang enak, bersih, terawat, dan tertata. Yang belanja juga sekarang nyaman," ungkap Rudi.

Apresiasi serupa disampaikan Idan, pedagang yang telah berjualan di Pasar Cijerah selama sekitar 20 tahun.
Ia menilai penataan tempat berdagang dan area parkir yang lebih baik memberikan kenyamanan tambahan bagi pedagang maupun pembeli.

"Sekarang tempatnya lebih bagus, lebih enak, dan lebih nyaman buat yang belanja. Tempat parkir juga lumayan luas. Harapannya, jualan bisa ramai terus dan semakin banyak pengunjung yang datang," kata Idan.
 
Ke depan, Denny berharap perubahan yang telah dilakukan dapat diikuti peningkatan jumlah pengunjung sehingga berdampak positif terhadap pendapatan para pedagang.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan pasar, termasuk mendukung penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan tersebut.

Denny secara khusus mengundang masyarakat Bandung Kulon, warga Kota Bandung, serta masyarakat dari wilayah sekitarnya untuk berkunjung ke Pasar Cijerah Cerah.

"Bagi warga yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari ataupun kuliner, silakan datang ke sini. Banyak pilihan, mulai dari sarapan sampai makan malam, kopi juga tersedia," ajaknya.

Dengan wajah baru, fasilitas yang semakin baik, pengelolaan sampah yang mulai dikembangkan, serta hadirnya pusat kuliner, Pasar Cijerah Cerah diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membuktikan bahwa pasar tradisional dapat bertransformasi menjadi ruang perdagangan yang bersih, nyaman, dan semakin diminati.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 67
©2026 tingkap.co

Komentar