Kerjasama
Hyundai, Samsung, dan Hankook Sudah di Jabar, Erwan Setiawan Bidik Kerja Sama Lebih Luas dengan Korea Selatan

Dok. Diskominfo Jabar
Pertemuan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dengan Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Hwang Myeongseok, di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/11/2026).
BANDUNG, TINGKAP.CO - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berupaya memperluas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan.
Kolaborasi yang selama ini lebih banyak terjalin di bidang olahraga akan dikembangkan ke sektor ekonomi, perdagangan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pariwisata.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dengan Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Hwang Myeongseok, di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/11/2026).
Erwan mengatakan, kunjungan delegasi Gyeongsangbuk-do menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua wilayah.
"Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat diplomasi antara Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do. Kami berharap melalui pertemuan ini dapat mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah," ujar Erwan.
Menurutnya, hubungan baik yang telah dibangun selama ini perlu ditingkatkan melalui berbagai peluang kolaborasi yang berdampak positif terhadap pembangunan daerah. Kerja sama antardaerah juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas jejaring internasional Jawa Barat.
Erwan berharap hubungan kedua wilayah tidak hanya sebatas persahabatan, tetapi berkembang menjadi kemitraan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Hwang Myeongseok, menyambut positif rencana perluasan kerja sama tersebut.
Ia menjelaskan, hubungan antara Gyeongsangbuk-do dan Jawa Barat telah terjalin sejak 2010 melalui kerja sama organisasi olahraga di kedua wilayah.
Menurut Hwang, kerja sama yang telah berlangsung selama ini menunjukkan hasil positif. Namun, ke depan, kedua daerah perlu memperluas kolaborasi, terutama dalam bidang ekonomi dan kebudayaan.
"Selama ini pertukaran informasi mungkin lebih banyak mengutamakan bidang olahraga. Namun, mulai sekarang kerja sama juga bisa lebih difokuskan pada bidang ekonomi dan kebudayaan," kata Hwang.
Ia juga menyebutkan, hubungan kedua daerah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan olahraga. Sejumlah aparatur pemerintah Jawa Barat pernah berkunjung ke Gyeongsangbuk-do. Bahkan, generasi muda Jawa Barat juga pernah terlibat dalam kegiatan perkemahan budaya di Korea Selatan.
Hwang menilai Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi Korea Selatan dan Indonesia. Terlebih, sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan, seperti Hyundai Motor, Samsung Electronics, dan Hankook Tire, telah beroperasi di Jawa Barat.
Menurutnya, Gyeongsangbuk-do juga memiliki peran penting dalam perkembangan industri Korea Selatan, terutama melalui industri baja di Pohang serta industri elektronik dan semikonduktor.
"Gyeongsangbuk-do telah berperan penting dalam perkembangan industri Korea Selatan, terutama melalui industri baja di Pohang serta industri elektronik dan semikonduktor," ungkapnya.
Keberadaan perusahaan-perusahaan Korea Selatan di Jawa Barat dinilai menjadi modal strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.
"Sepengetahuan saya, perusahaan-perusahaan Korea seperti Hyundai Motor, Samsung Electronics, dan Hankook Tire telah beroperasi di Jawa Barat. Karena itu, wilayah ini menjadi salah satu pusat penting bagi kerja sama ekonomi kedua negara," katanya.
Selain ekonomi dan perdagangan, Hwang juga membuka peluang kolaborasi di bidang kebudayaan dan pariwisata. Kedua wilayah diharapkan dapat saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan potensi budaya tradisional agar memiliki nilai tambah sekaligus menjadi daya tarik wisatawan.
"Kami berharap kedua daerah dapat saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan budaya tradisional menjadi daya tarik pariwisata dan industri budaya," tuturnya.
Secara umum, penguatan hubungan Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do diarahkan pada sejumlah sektor strategis, meliputi pengembangan sumber daya manusia, ekonomi dan perdagangan, pariwisata, serta olahraga.
Melalui perluasan kerja sama tersebut, Pemprov Jabar berharap terbuka lebih banyak peluang investasi, pertukaran pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua wilayah.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 144
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Cegah Longsor di Bibir Ngarai, Kapolresta Bukittinggi Tanam Pohon Lewat Program Green Policing
- Bukittinggi Masuk 5 Besar Keterbukaan Informasi Publik Sumbar, Ramlan Nurmatias Targetkan Predikat Terbaik
- Kapolda Bengkulu Warning Polisi Jangan Jadi Beking Tambang Ilegal, Personel Polres Mukomuko Dapat Hadiah Umrah
- Farhan Siapkan Strategi Besar, UMKM Bandung Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
- Ekonomi Jabar Melesat 5,89 Persen, Kalahkan Pertumbuhan Nasional!
- TPK Cibaliung Serap 60 Tenaga Kerja Lokal, Stok Kayu Jati dan Mahoni Capai 11.000 Meter Kubik
- Ramlan Nurmatias Benahi Birokrasi Bukittinggi, 739 ASN Sudah Dipetakan Kompetensinya
- GEGER! Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Dua Jenderal Ikut Terseret
- Ditolak Rumah Sakit atau Terkendala Layanan? Dedi Mulyadi Siapkan Fitur Pengaduan untuk 86 RS
- APBD Langkat 2027 Ditargetkan Rp2,04 Triliun, DPRD dan Pemkab Resmi Sepakat!
