Perhutani
TPK Cibaliung Serap 60 Tenaga Kerja Lokal, Stok Kayu Jati dan Mahoni Capai 11.000 Meter Kubik

@tingkap/Sofyandri Triyadi R
Kepala TPK Cibaliung, Oman, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat maupun perusahaan yang berminat membeli kayu produksi Perhutani.
PANDEGLANG, TINGKAP.CO - Keberadaan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Cibaliung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten, tidak hanya menjadi pusat pemasaran hasil hutan Perum Perhutani, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitarnya.
Melalui berbagai aktivitas operasional, TPK Cibaliung tercatat memberdayakan sekitar 60 tenaga kerja lokal. Mereka dilibatkan dalam sejumlah kegiatan, mulai dari pengaplingan hingga pemuatan kayu.
Selain menyerap tenaga kerja, TPK Cibaliung juga membuka peluang usaha bagi masyarakat dengan melibatkan armada angkutan milik warga dan pengusaha lokal dalam kegiatan distribusi kayu.
Kepala TPK Cibaliung, Oman, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat maupun perusahaan yang berminat membeli kayu produksi Perhutani.
Menurut Oman, pembelian kayu Perhutani dapat dilakukan melalui mekanisme kontrak secara langsung maupun pembelian eceran (retail) secara daring melalui layanan Toko Perhutani yang dapat diakses melalui website resmi.
"Silakan bagi masyarakat yang berminat membeli kayu Perhutani, baik perorangan maupun perusahaan, kami siap melayani dengan sepenuh hati. Pembelian bisa dilakukan secara langsung maupun online melalui Toko Perhutani. Harganya bervariasi dan tersedia juga harga diskon," ujar Oman.
Ia menjelaskan, saat ini TPK Cibaliung memiliki persediaan kayu jati dan mahoni dalam berbagai ukuran yang siap dipasarkan kepada konsumen.
"Untuk stok yang tersedia, kurang lebih ada 8.000 meter kubik kayu jati dan sekitar 3.000 meter kubik kayu mahoni dengan berbagai ukuran. Seluruhnya siap untuk dipasarkan," tambahnya.
Dengan total persediaan sekitar 11.000 meter kubik, TPK Cibaliung berpotensi menjadi salah satu pusat pemenuhan kebutuhan kayu Perhutani bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Keberadaan TPK ini juga diharapkan semakin memperluas akses pasar hasil hutan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan jasa transportasi, serta pemberdayaan pengusaha lokal.
Dengan demikian, aktivitas pemasaran kayu Perhutani di TPK Cibaliung tidak hanya berorientasi pada perdagangan hasil hutan, tetapi juga turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pewarta: Sofyandri Triyadi R
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 195
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Cegah Longsor di Bibir Ngarai, Kapolresta Bukittinggi Tanam Pohon Lewat Program Green Policing
- Bukittinggi Masuk 5 Besar Keterbukaan Informasi Publik Sumbar, Ramlan Nurmatias Targetkan Predikat Terbaik
- Kapolda Bengkulu Warning Polisi Jangan Jadi Beking Tambang Ilegal, Personel Polres Mukomuko Dapat Hadiah Umrah
- Farhan Siapkan Strategi Besar, UMKM Bandung Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
- Ekonomi Jabar Melesat 5,89 Persen, Kalahkan Pertumbuhan Nasional!
- Hyundai, Samsung, dan Hankook Sudah di Jabar, Erwan Setiawan Bidik Kerja Sama Lebih Luas dengan Korea Selatan
- Ramlan Nurmatias Benahi Birokrasi Bukittinggi, 739 ASN Sudah Dipetakan Kompetensinya
- GEGER! Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Dua Jenderal Ikut Terseret
- Ditolak Rumah Sakit atau Terkendala Layanan? Dedi Mulyadi Siapkan Fitur Pengaduan untuk 86 RS
- APBD Langkat 2027 Ditargetkan Rp2,04 Triliun, DPRD dan Pemkab Resmi Sepakat!
