UMKM

Farhan Siapkan Strategi Besar, UMKM Bandung Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

261106070825-farha.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Wali Kota Farhan berkomitmen memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berkomitmen memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, serta komunitas pelaku ekonomi.

Komitmen itu disampaikan Farhan saat menghadiri peresmian Program Inkubasi Bisnis Terintegrasi sekaligus Penandatanganan Komitmen Bersama Mewujudkan UMKM Kota Bandung Naik Kelas Berkelanjutan di Hotel Grandia Bandung, Kamis (5/11/2026).

Farhan mengatakan, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian Kota Bandung. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penguatan produksi, akses pembiayaan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk.

Menurutnya, penguatan UMKM juga harus didukung pembenahan rantai pasok, terutama sektor pangan. Pelaku usaha besar diharapkan ikut berperan memastikan distribusi bahan baku berjalan lancar sehingga UMKM memperoleh pasokan yang lebih terjamin.

Selain itu, Pemkot Bandung tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat keberadaan pelaku usaha, termasuk melalui pengembangan konsep pedagang kaki lima (PKL) sebagai kategori usaha tersendiri.

Farhan menjelaskan, karakteristik PKL yang memiliki mobilitas tinggi perlu dipertahankan tanpa mengorbankan fungsi ruang publik. Penataan dilakukan dengan prinsip datang bersih dan pulang bersih, sehingga kepentingan pedagang dan masyarakat tetap terakomodasi.

PKL itu memiliki model bisnis sendiri. Kita ingin mempertahankan karakteristik tersebut, tetapi pada saat yang sama ruang publik juga harus tetap terjaga, katanya.
 
Dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM, Pemkot Bandung juga mendorong perluasan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Farhan menilai, sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian dan rasa aman kepada konsumen, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi produk lokal dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Menurut Farhan, penggunaan QRIS dapat mempermudah transaksi sekaligus memperluas peluang usaha, termasuk dalam melayani wisatawan mancanegara yang telah terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Di sektor industri kreatif, Farhan melihat potensi besar Kota Bandung dalam mengembangkan produk fesyen, khususnya busana muslim dan muslimah, serta industri sepatu lokal.

Ia menilai, pelaku usaha di Bandung memiliki kemampuan menghasilkan produk dengan desain menarik dan kualitas yang mampu bersaing.

Namun, penguatan pasar domestik harus menjadi prioritas sebelum produk lokal didorong menembus pasar ekspor. Pasar dalam negeri yang kuat akan menjadi fondasi bagi industri untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produk.

Farhan menegaskan, pemerintah memiliki peran sebagai regulator dan fasilitator dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM.

Ia berharap Program Inkubasi Bisnis Terintegrasi dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring bisnis, serta mengembangkan pengelolaan usaha secara lebih profesional.

Farhan optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan ekosistem usaha, UMKM Kota Bandung mampu tumbuh lebih kompetitif, naik kelas secara berkelanjutan, serta menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 154
©2026 tingkap.co

Komentar