Pembusuran

Remaja di Maros Jadi Korban Pembusuran, Keluarga Terpaksa Pulangkan Korban Karena Biaya Operasi

250321214511-remaj.jpg

istimewa

Korban busur di bonceng

MAROS, TINGKAP.CO - Seorang remaja bernama Zakaria (18) menjadi korban pembusuran (pemanahan) di depan Kantor Bupati Maros, Kamis dini hari (20/5/2025), saat menemani orang tuanya berbelanja di pasar subuh. Insiden ini terjadi di Jalan Poros Makassar-Maros, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, (21/3/2025).

Zakaria mengalami luka di bagian pinggang sebelah kiri setelah diserang oleh delapan orang pelaku yang berboncengan menggunakan empat unit motor.

Kejadian ini menjadi insiden pembusuran kedua dalam sehari, setelah sebelumnya seorang relawan PMI Maros juga menjadi korban saat hendak mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas di lokasi yang sama.

Korban Terpaksa Pulang karena Biaya Operasi

Setelah kejadian, Zakaria sempat dilarikan ke RSUD Dr. La Palaloi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, beredar kabar di media sosial bahwa pihak rumah sakit meminta biaya Rp10 juta untuk operasi, sementara keluarga korban tidak mampu membayarnya. Akibatnya, keluarga terpaksa membawa pulang korban tanpa menjalani tindakan operasi.

Isu ini viral di media sosial dan memicu perdebatan soal akses layanan kesehatan bagi korban tindak kriminal.

Menanggapi hal ini, Kasubit Pelayanan Keperawatan RSUD dr La Palaloi, Agus Sujadi, mengklarifikasi bahwa berdasarkan aturan BPJS Kesehatan, korban tindak kriminal tidak ditanggung oleh BPJS.

"BPJS tidak menanggung biaya pengobatan untuk cedera atau penyakit yang terjadi karena sengaja, termasuk tindak kriminal," jelas Agus saat dihubungi, Jumat (21/3/2025).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit tetap memberikan pertolongan medis sebelum korban dipulangkan. Agus juga membantah informasi terkait biaya operasi Rp10 juta, dengan menyebutkan bahwa total biaya tindakan medis yang dikeluarkan hanya sekitar Rp500 ribu.

Polisi Selidiki Motif dan Pelaku

Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik aksi pembusuran ini. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Maros, Ipda A Marwan P Afriady, mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih mencari tahu alasan dibalik penyerangan tersebut.

"Kami masih mendalami kasus ini, karena korban maupun saksi tidak memiliki musuh atau riwayat perselisihan sebelumnya. Saat ini, kami fokus pada identifikasi pelaku dan motif di balik kejadian ini," ujar Ipda Marwan.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama pada malam hingga dini hari.

"Kami juga akan meningkatkan patroli di beberapa titik rawan di Maros untuk mencegah kejadian serupa," tambahnya.

Respons Bupati Maros

Bupati Maros, Chaidir Syam, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya masih mencari informasi lebih lanjut terkait kasus ini.

"Saya coba cari infonya dulu dek supaya jelas kasusnya, dan alhamdulillah korban ditangani dengan baik dan sudah amanmi, sudah ditindaki kemarin dek," ujar Bupati Chaidir.

Hingga kini, masyarakat Maros berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik aksi pembusuran yang meresahkan ini.

 

Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 340
©2025 tingkap.co

Komentar