Pemasangan U-Ditch - Paving Block di Kecamatan Tegalsari, Diduga Berpotensi Rugikan Negara

Foto: @tingkap/Nanang SW
Pemasangan U-Ditch diduga tanpa tarik benang dan waterpass, terlihat tidak presisi.
SURABAYA, TINGKAP.CO - Pemasangan U-Ditch dan Paving Block yang dikerjakan di Jalan Kampung Malang Kulon dan Tempel Sukorejo Dalam, Kecamatan Tegalsari, Surabaya diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Pemasangan U-Ditch tanpa adanya kerja dasar dan waktu pemasangannyapun tidak dikeringkan dulu.
Tidak hanya itu, hasil pantauan TINGKAP.CO di lapangan pemasangan U-Ditch tanpa menggunakan tarik benang dan waterpass agar pemasangan lebih presisi dan rata. Selain itu, tanah bekas galian tidak dibuang di luar area atau ke tempat lain, tapi justru digunakan untuk urugan kembali ke sela-sela kanan-kiri U-Ditch dan di tengah untuk pemasangan paving yang justru akan mengurangi volume kastin di lokasi yang terlihat memakai campuran semen dan sertu bukan pasir.
Pembangunan fisik menggunakan dana bersumber dari APBD Kota Surabaya Tahun 2025 sebesar Rp. 372.184.323,00, atau dakel (dana kelurahan) Wonorejo, Kecamatan Tegalsari itu dianggap mengambil keuntungan berlebihan.
Fenomena dugaan penyimpangan yang berimbas terhadap kualitas maupun kuantitas yang diragukan. Ada indikasi kegiatan pembangunan fisik ini bernuasa kolutif, karena dari tahun ke tahun pelaksananya selalu orang yang sama dengan menggunakan perusahaan yang berbeda-beda.
H Juhri warga setempat mengatakan pekerjaan itu dikerjakan dengan tenaga borongan. Para pekerja, kata H Juhri, dibayar dibawah standar. Kondisi seperti itu tentu saja berpotensi hasil pekerjaan kurang maksimal. Lihat aja papan info pekerjaan dihilangkan, para pekerja tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) dan SMK3 (Sitem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) atau obat-obatan juga ditiadakan, juga pengawaspun gak pernah ada teguran kepada pekerja dan pelaksana," ungkap H Juhri di lokasi proyek, kepada TINGKAP.CO (11/11/2025).
Dilanjutkan H Juhri, masyarakat harus tahu asal usul dan anggaran sumber darimana, siapa konsultan perencanaan dan pengawasnya. "Bila tidak ada terkesan proyek siluman tanpa legalitas, tidak terlihat konsultan pengawas sebagai pengendali akan kwalitas dan kwantitas indikasi tertutup," terangnya.
Setali tiga uang, Paket Pembangunan Paving Baru dan Pemasangan U-Ditch dengan Cover di Jalan Kampung Malang Kulon senilai Rp. 246.218.459,00. Hasil pemantauan TINGKAP.CO di lokasi proyek, secara teknis kualitas pekerjaan rendah dan diduga tidak sesuai dengan spek. hasil pasangan U-Ditch juga tidak presisi diduga tidak menggunakan tarik benang dan waterpass.
Anggota LSM Focus Coruption, B Junet mengungkapkan pekerjaan massa PHO (Project Handover Officer) terbayar lunas 100% dengan dukungan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), maka muncul kerugian Negara. "Hal ini dampak lemahnya pengawasan saker Kecamatan/penyelenggara/PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) sebagai pengendali pelaksanaan realisasi fisik kontruksi bersumber APBD 2025.
Camat Tegalsari, Drs. Kartika Indrayana saat dikonfirmasi (11/11/2025), mengungkapkan setiap bulan ada monitoring dan evaluasi maka dari itu langsung saja komfirmasi ke pihak PPK.
Sementara saat di konfirmasi Lurah Wonorejo, Raden Bagoes Siswantono, SH yang juga selaku PPK melalui pesan Whatsapp (11/11/2025), tidak memberikan tanggapan.
Hingga berita ini ditayangkan TINGKAP.CO belum berhasil mengkonfirmasi kontraktor pelaksananya.
Pewarta: Nanang Sigit Wibowo
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 162
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
