Eskalasi Meningkat

Iran Peringatkan bahwa Mereka Memiliki Semua 'Opsi' setelah Serangan Udara AS Terhadap 3 Situs Nuklir Iran

250622200516-iran-.jpg

Foto: USATODAY

Langkah Trump menyerang Iran dikecam oleh beberapa anggota Partai Republik yang konservatif dan Partai Demokrat yang progresif di Kongres

WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Langkah Amerika menyerang Iran diambil setelah Iran dan Israel terlibat dalam serangan udara dan Trump telah mempertimbangkan keterlibatan AS selama seminggu terakhir.

Amerika Serikat bergabung dengan perang Israel dengan Iran setelah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara terhadap tiga target nuklir, yang menuai pujian dan kecaman dari para anggota Kongres dan pembangkangan baru dari Teheran.

"Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah dilenyapkan secara total dan menyeluruh," kata Trump dalam sebuah pidato langsung pada tanggal 21 Juni, mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut jika Iran tidak mau menerima solusi diplomatik.

Melansir USATODAY, bom dan rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur AS menghantam situs nuklir di Fordow, Isfahan, dan Natanz. Tidak ada personil AS yang terluka dalam operasi tersebut, yang menghantam Iran setelah tengah malam pada 22 Juni waktu setempat.

Dengan 40.000 tentara di wilayah Teluk Persia, Amerika Serikat menghadapi potensi pembalasan Iran di masa mendatang.

Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, memperingatkan bahwa negaranya "memiliki semua opsi untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya," dan mengatakan bahwa serangan Amerika "keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal."

"Setiap anggota PBB harus waspada terhadap perilaku yang sangat berbahaya, melanggar hukum, dan kriminal ini," katanya di media sosial.

Langkah Trump ini dikecam oleh beberapa anggota Partai Republik yang konservatif dan Partai Demokrat yang progresif di Kongres sebagai tindakan ilegal, sementara yang lain memujinya setelah lebih dari seminggu serangan udara Israel ke Iran dan tembakan rudal pembalasan yang menimbulkan malapetaka di Israel.

"Akan ada perdamaian atau akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar daripada yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir," kata Trump.

Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 238
©2025 tingkap.co

Komentar