Parlemen Inggris
Jeremy Corbyn Ajukan RUU Penyelidikan Independen Terkait Keterlibatan Inggris Dalam Genosida di Gaza

Foto: Artificial Inteligence
Jeremy Corbyn sang pemberani ajukan RUU Penyelidikan Independen untuk mengusut keterlibatan Inggris dalam genosida di Gaza
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Sebuah penyelidikan publik telah diminta untuk menyelidiki potensi keterlibatan Inggris dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza.
Anggota parlemen Inggris Jeremy Corbyn mengajukan rancangan undang-undang ke parlemen yang menyerukan penyelidikan independen.
Penyelidikan yang diusulkan akan memeriksa kerja sama pemerintah Inggris dengan Israel.
Pesanan: RUU Gaza (Penyelidikan Publik Independen).
RUU ini menuntut penyelidikan publik yang independen terhadap kebijakan Inggris memasok senjata, penggunaan pangkalan Angkatan Udara Kerajaan di Siprrus.
Kegagalan untuk mematuhi keputusan Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional. Dan kelanjutan pasokan komponen untuk jet F-35 yang tidak dapat terbang jika tidak memiliki suku cadang. 15% komponennya dibuat di Inggris.
"Jadi kami menuntut agar hal itu dihentikan. Ada banyak dukungan, terutama dari orang-orang di jalanan dan email yang saya terima dari seluruh penjuru negeri, bahkan dari seluruh dunia. Dan saya harap para anggota parlemen akan menyadari bahwa hari ini mereka memiliki kesempatan untuk berbicara dan diperhitungkan," ujarnya.
"Pesan saya kepada dunia adalah, periode abad ke-21 ini, kita telah mencatat dalam sejarah sebagai masa dimana kita menyaksikan melalui siaran langsung televisi anak-anak yang mati kelaparan, orang-orang yang sekarat di rumah sakit karena kurangnya anastesi, kurangnya sarana untuk membersihkan luka, kurangnya antiseptik, semua hal yang mendasar. Dan kemudian hanya beberapa kilometer jauhnya, ada semua makanan dan semua air dan semua listrik dan semua obat-obatan yang anda inginkan," paparnya.
"Kita menyaksikan pencekikan kehidupan 2 juta orang, 61.000 di antaranya telah meninggal dunia. Itu memalukan dan menjijikkan. Sejarah akan menilai. Sejarah akan menghakimi mereka yang hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa padahal mereka bisa melakukan sesuatu," keluhnya.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 158
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
