Kebijakan Keras Trump
Pemerintahan Trump Menyerahkan Data Peserta Medicaid, Termasuk Alamat, Kepada ICE

Foto: abcnews
ICE akan diberi akses ke data pribadi 79 juta peserta Medicaid di Amerika Serikat, termasuk alamat rumah dan etnis, untuk melacak para imigran di Amerika Serika
WASHINGTON, TINGKAP.CO - Para pejabat Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) akan diberi akses ke data pribadi 79 juta peserta Medicaid di Amerika Serikat, termasuk alamat rumah dan etnis, untuk melacak para imigran yang mungkin tidak tinggal secara legal di Amerika Serikat, menurut kesepakatan yang diperoleh The Associated Press.
Informasi tersebut akan memberikan para pejabat ICE kemampuan untuk menemukan "lokasi orang asing" di seluruh negeri, demikian isi perjanjian yang ditandatangani pada hari Senin antara Pusat Layanan Medicare dan Medicaid dan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Perjanjian tersebut belum diumumkan secara publik.
Melansir abcnews, pengungkapan luar biasa dari jutaan data kesehatan pribadi tersebut kepada petugas deportasi merupakan eskalasi terbaru dalam tindakan keras imigrasi pemerintahan Trump, yang telah berulang kali menguji batas-batas hukum dalam upayanya untuk menangkap 3.000 orang setiap hari.
Anggota parlemen dan beberapa pejabat CMS telah menentang legalitas akses petugas deportasi terhadap data peserta Medicaid di beberapa negara bagian. Ini adalah langkah yang pertama kali dilaporkan oleh AP bulan lalu, yang menurut para pejabat Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan bertujuan untuk membasmi orang-orang yang terdaftar dalam program tersebut secara tidak benar.
Namun, perjanjian pembagian data terbaru memperjelas apa yang akan dilakukan oleh para pejabat ICE dengan data kesehatan tersebut.
"ICE akan menggunakan data CMS untuk memungkinkan ICE menerima informasi identitas dan lokasi orang asing yang diidentifikasi oleh ICE," demikian isi perjanjian tersebut.
Juru bicara HHS, Andrew Nixon tidak mau menanggapi perjanjian terbaru ini. Namun, belum jelas apakah Homeland Security telah mengakses informasi tersebut. Asisten sekretaris departemen, Tricia McLaughlin, mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui email bahwa kedua lembaga tersebut, sedang menjajaki sebuah inisiatif untuk memastikan bahwa orang asing ilegal tidak menerima tunjangan Medicaid yang seharusnya diperuntukkan bagi orang Amerika yang taat hukum.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 158
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
