Libya
Saif al-Islam Gaddafi, Putra Almarhum Pemimpin Libya, Dilaporkan Tewas Ditembak

Foto: Getty Images
Saif al-Islam Gaddafi tewas ditembak.
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Putra tertua mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi, telah tewas, menurut sumber-sumber yang dekat dengan keluarga, pengacaranya Khaled el-Zaydi, dan media Libya pada Selasa.
Melansir reuters, kantor Jaksa Agung Libya pada Rabu mengatakan bahwa penyelidik dan dokter forensik memeriksa jenazah Saif al-Islam Gaddafi pada Selasa dan menentukan bahwa ia tewas akibat luka tembak.
Kantor tersebut menambahkan dalam pernyataannya bahwa mereka sedang berupaya mengidentifikasi tersangka dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengajukan kasus pidana.
Meskipun Saif al-Islam dikenal luas di negara Afrika Utara, terutama karena perannya dalam membentuk kebijakan sebelum 2011, profil publiknya telah meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2015, pengadilan Libya menjatuhkan hukuman mati in absentia terhadap Saif al-Islam atas penindasan protes damai selama revolusi 2011 di negara tersebut yang mengakhiri kekuasaan ayahnya.
Dia juga telah didakwa secara sementara oleh Mahkamah Kriminal Internasional atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan, sebuah kasus yang gagal ditolak oleh pengacaranya.
Pada tahun 2021, Saif al-Islam mendaftarkan diri sebagai calon presiden untuk pemilihan presiden pada bulan Desember yang akhirnya gagal akibat kebuntuan politik.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 109
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
