Jejak Kolonial
Sejarah Kereta Emas (Gouden Koets) Belanda Simbol Perbudakan dan Penindasan Kolonial

Foto: Wikipedia
Gouden Koets adalah kereta yang dimiliki dan digunakan oleh keluarga kerajaan Belanda menampilkan panel yang menggambarkan kerja paksa dan penindasan kolonial
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Gouden Koets adalah kereta yang dimiliki dan digunakan oleh keluarga kerajaan Belanda, dan digunakan setiap tahun untuk mengangkut Raja atau Ratu Belanda dari Istana Noordeinde ke Ridderzaal guna menyampaikan Pidato Tahta atau Pernikahan Pangeran Orange atau Putri Orange.
Kereta Emas yang diberikan kepada Ratu Wilhelmina pada tahun 1898, adalah kereta bersejarah yang dihiasi secara mewah dan melambangkan monarki. Namun, kereta ini dihentikan penggunaannya pada tahun 2022 karena kontroversi seputar gambar-gambar kolonial. Kereta tersebut menampilkan panel yang menggambarkan kerja paksa dan penindasan kolonial, akan tetap disimpan di museum hingga Belanda "siap" untuk menggunakannya kembali.
Asal usul Kereta Kuda ini merupakan hadiah dari warga Amsterdam kepada Ratu Wilhelmina untuk upacara pelantikannya pada tahun 1898, yang dibangun oleh saudara-saudara Spijker.
Sejak tahun 1903, Kereta Kuda ini terutama digunakan pada hari Prinsjesdag (Hari Anggaran) untuk mengangkut Raja atau Ratu ke pembukaan parlemen di Den Haag setiap tahun.
Gouden Koets tidak digunakan lagi sejak 2022 (Wikipedia)
Sebuah panel samping kontroversi berjudul "Tribute from the Colonies" (dibuat oleh Nicolaas van der Waay) menggambarkan orang-orang kulit hitam dan Asia yang berlutut sambil memberikan barang-barang kepada seorang wanita kulit putih yang duduk, melambangkan masa kolonial Belanda dan perannya dalam perbudakan.
Setelah debat publik dan protes, Raja Willem-Alexander mengumumkan pada tahun 2022 bahwa kereta kuda tersebut tidak akan digunakan, dengan menyatakan, "Selama masih ada orang yang tinggal di Belanda yang merasakan penderitaan diskriminasi setiap hari, masa lalu akan terus membayangi masa kini kita."
Pengakuan Raja Willem-Alexander ini juga menjadi penguat bukti atas penjajahan yang dilakukan Belanda terhadap Indonesia selama lebih dari tiga ratus tahun.
Kereta Kuda tersebut menjalani restorasi besar-besaran, dan dipamerkan di Museum Amsterdam pada tahun 2021-2022, di mana kereta tersebut dipajang dengan konteks mengenai era kolonial, atau yang oleh sebagian orang disebut sebagai "Era Keemasan".
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 276
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
