Air Traffic Controller
Laporan Kurangnya Jumlah ATC di Ronald Reagan National Airport, Muncul Ditengah Gugatan FAA

Fox News
Tampilan menara kontrol di Bandara Nasional Reagan, Jumat, 31 Januari 2025. Penerbangan telah dilanjutkan sejak kecelakaan tragis pada Rabu malam antara jet American Airlines bertabrakan dengan sebuah U.S Helikopter Black Hawk Angkatan Darat.
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Laporan yang mengatakan bahwa menara kontrol udara di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington telah kekurangan staf selama bertahun-tahun muncul di tengah-tengah gugatan hukum yang mengklaim bahwa Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mendiskriminasi pelamar pengawas lalu lintas udara berdasarkan ras mereka.
Melansir The Times dikatakan bahwa menara di bandara tersebut hampir sepertiga di bawah tingkat staf yang ditargetkan, dengan 19 pengawas yang bersertifikat penuh pada September 2023,
Mengutip Rencana Tenaga Kerja Pengawas Lalu Lintas Udara terbaru, sebuah laporan tahunan kepada Kongres yang berisi target dan tingkat staf aktual. Target yang ditetapkan oleh F.A.A. dan serikat pekerja pengawas adalah 30 orang.
Gugatan ini mewakili hampir 1,000 orang yang bersekolah untuk menjadi pengatur lalu lintas udara. Mereka lulus tes normal untuk mendapatkan posisi tersebut tepat sebelum pemerintahan Obama mengatakan bahwa kelas tersebut terlalu putih dan membuang tes dengan para pelamar, menurut gugatan tersebut.
Mantan Jaksa Agung Nevada, Adam Laxalt, yang menjabat sebagai salah satu penasihat hukum untuk Mountain States Legal Foundation, yang berbasis di Colorado, memimpin upaya untuk mengajukan gugatan.
“Ketika Anda melakukan perjalanan dan mengalami penundaan, itu karena jumlah mereka tidak mencukupi,” kata Laxalt kepada Wall Street Journal tahun lalu.
"Ketika Anda melihat insiden-insiden yang hampir terjadi di kontrol lalu lintas udara, itu karena tidak ada cukup orang. Hanya ada 14,000 pengontrol lalu lintas udara. Seribu di antaranya diberhentikan satu dekade yang lalu, dan intinya adalah mereka tidak pernah mengganti kehilangan tenaga ATC ini," katanya.
Lebih dari 90% dari 313 fasilitas kontrol lalu lintas udara di negara ini beroperasi di bawah tingkat staf yang direkomendasikan oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA). Pada bulan Januari, 285 fasilitas berada di bawah tingkat yang ditetapkan oleh FAA dan serikat pekerja yang mewakili para pengawas, demikian yang dilaporkan oleh NYT.
Di 73 fasilitas, setidaknya seperempat dari tenaga kerja tidak ada, demikian laporan tersebut.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini beberapa kali terjadi kecelakaan di Bandara Ronald Reagan yang merupakan bandara utama di ibukota negeri Paman Sam itu.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 194
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
