Bencana Hidrometereologi

Pemkab Agam Ungsikan Warga Korban Bencana Hidrometereologi

251205194229-pemka.jpg

Foto: Istimewa

Pemkab Agam mengungsikan warga terdampak bencana hidrometeorologi.

AGAM, TINGKAT.CO - Bencana Hidrometeorologi yang telah meluluh-lantakan nagari-nagar (desa) serta korban jiwa di wilayah Kabupaten Agam butuh perhatian serius dari pemerintah baik pusat, provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Agam sendiri. Untuk itu Pemkab Agam mengungsikan warga terdampak ke berbagai wilayah.

Data sementara wilayah Kecamatan di Kabupaten Agam 11.625 jiwa warga diungsikan di berbagai lokasi dan 21.523 warga terisolasi akibat akses ke wilayah pemukiman dan kawasan mereka tertutup hamparan tanah longsor dan dan material banjir bandang.

"Tercatat 26 titik jembatan rusak, baru 9 titik yang sudah berhasil diperbaiki walau dalam kondisi darurat. Sangat banyak titik longsor yang menyebabkan akses ke perkampungan penduduk terisolasi," ujar juru bicara Bupati Agam, Roza.

Hingga Kamis, (4/12/2025) beberapa kawasan dalam sepekan terakhir masih terisolasi, sudah berhasil dibuka, terutama ruas Maninjau-Matur, IV Koto-Matur, ruas Muko-Muko-Sungai Batang, kawasan Malalak, dan beberapa titik longsor lainnya, yang ditangani dengan maksimal secara bertahap oleh tim gabungan penanganan dampak bencana Kabupaten Agam dengan menggunakan beberapa alat berat.

Saat ini, ruas Maninjau-Sungai Batang masih diupayakan bisa ditembus dengan pembersihan material longsor, untuk mengakses wilayah Sungai Batang, hanya bisa menggunakan sampan, perahu. Ruas Matur-Palembayan, yang masih belum terbuka, karena cukup banyaknya titik longsor, termasuk kawasan terdampak banjir bandang di Salareh Aia Utara, yang masih menutup akses ke berbagai nagari lain, terutama ke wilayah Palembayan Tengah, Nagari Sipinang, Nagari Data Buayan, Data Munti, sampai ke perbatasan Kecamatan Matur.

Roza Syafdienti, Kadinas Kominfo Agam mengatakan, saat ini tim gabungan berupaya maksimal secara bertahap membuka akses-akses jalan yang tertutup material longsor, untuk membuka jalur masuk ke berbagai kawasan terdampak.

"Bahkan dengan dukungan alat berat yang terus berdatangan, termasuk bantuan perantau Lubuk Basung yang mengerahkan 3 alat berat, bantuan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, diupayakan berbagai kawasan masih tertutup akibat longsor bisa secepatnya terbuka," papar Roza.

Secara khusus, peran dan dukungan masyarakat di berbagai kawasan terdampak yang sangat besar membantu proses penanganan sangat luar biasa, dengan bergotong-royong bersama, membersihkan material longsor, agar akses jalan ke kampung-kampung mereka bisa terbuka dan dilalui kendaraan.

"Kita optimis, sesuai instruksi Bupati Agam, seluruh akses yang tertutup akibat longsor dan banjir bandang bisa secepatnya bisa ditembus, sehingga penanganan lebih baik dan cepat terhadap korban terdampak, baik distribusi bantuan, proses pemulihan dan upaya lain bisa dilakukan lebih maksimal," jelasnya.

Sementara dukungan pemerintah pusat sendiri terlihat masih menguat untuk penanganan dampak bencana di kabupaten Agam, dibuktikan dengan peninjauan langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama beberapa Menteri.

Juga tidak ketinggalan perhatian besar anggota DPR RI Andre Rosiade, Ade Rizky Pratama dan beberapa anggota lain, termasuk gerak banyak berbagai lembaga yang ada untuk membantu warga terdampak, diyakini semangat untuk bangkit dari warga terdampak juga akan semakin membaik.

Selain proses pembukaan kawasan yang terisolasi longsor, focus penanganan dampak bencana diarahkan untuk proses pencarian para korban yang masih hilang di Salareh Aia Utara dan Malalak, proses pendistribusian logistik, penanganan kesehatan warga dan penyediaan air bersih.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 327
©2025 tingkap.co

Komentar