Tanggap Darurat
Sekda Garut : Pemkab Perpanjang Masa Tanggap Darurat Hingga 22 Desember 2025

@tingkap/Agus Sopian
Sekda Garut, H. Nurdin Yana, menyampaikan bahwa telah terjadi bencana susulan di wilayah Garut Selatan setelah penetapan status darurat sebelumnya.
GARUT, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten Garut memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga 22 Desember 2025. Keputusan ini diambil setelah munculnya bencana susulan di wilayah Garut Selatan.
Sekda Garut, H. Nurdin Yana, menyampaikan bahwa telah terjadi bencana susulan di wilayah Garut Selatan setelah penetapan status darurat sebelumnya. Hal ini disampaikan Nurdin Yana saat menghadiri kegiatan di kantor Dinsos, Jalan Patriot, Garut. Minggu (07/12/2025).
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Bungbulang, dimana sedikitnya empat jembatan mengalami kerusakan, disertai sejumlah fasilitas lain serta beberapa rumah warga.
"Setelah kita tetapkan masa darurat, hari ini muncul lagi bencana susulan. Di Bungbulang ada sekitar empat jembatan yang rusak, belum termasuk fasilitas lain dan rumah warga. Karena itu, kemarin kita sepakat untuk memperpanjang masa tanggap darurat," paparnya.
Lanjut Ia menjelaskan bahwa, fase kedua tanggap darurat yang akan berakhir pada 8 Desember 2025 akan langsung diperpanjang mulai 9 hingga 22 Desember 2025.
Insyaallah masa tanggap darurat akan kita perpanjang dari tanggal 9 sampai 22 Desember. Ini untuk mengakomodasi berbagai persoalan, termasuk kebutuhan masyarakat terdampak,
Masih menurutnya, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Garut masih tersedia sehingga masih dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung.
Jembatan-jembatan yang rusak akan diperbaiki sementara dengan memanfaatkan material lokal seperti kayu atau batang kelapa.
Yang penting akses tidak terputus. Hari ini motor masih bisa lewat, tapi saya ingin akses itu juga bisa dilalui mobil,
Ia pun menyampaikan, pada hari Senin besok (08/12/2025) bahwa, Pemkab Garut akan kembali menggelar rapat bersama Muspida untuk menetapkan langkah teknis selanjutnya, termasuk rencana pembangunan rangka beton.
Sementara itu, kata Ia, Dinas Sosial telah menurunkan tim ke lapangan untuk membuka dapur umum dan membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Senin nanti Bupati akan memimpin rapat Muspida. Kita juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan,
Ia menyoroti bahwa sejumlah daerah di luar Jawa seperti Sibolga, Bireuen, dan Padang mengalami bencana besar akibat kerusakan lingkungan.
Alhamdulillah Garut tidak mengalami banjir sebesar mereka, tetapi tetap ada warga kita yang terdampak. Total ada 97 warga Garut yang terdampak bencana di luar Jawa,
Pemerintah, lanjut Nurdin, akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah tersebut untuk membantu memfasilitasi pemulangan warga Garut.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 138
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Asap Pembakaran Jerami Ganggu Warga Summarecon Bandung, Summarecon Gandeng ITB Cari Solusi
- TNI TERUS BERGERAK! Tim Damkar Kodam XXII/TB Padamkan Titik Api di Palangka Raya
- Tanam 2.000 Pohon, Bandung Perkuat Mitigasi Bencana di Kawasan Rawan Longsor
- Hajat Cai di Bandung Barat, Perumdam Tirta Wibawa Mukti Perkuat Komitmen Jaga Sumber Air
- Banjir Tak Kenal Batas Kota, Farhan Dorong Solusi Bersama Bandung Raya
- Jabar Jadi Percontohan Pengurangan Sampah Pangan, Bandung Raya Sumbang 1,5 Juta Ton per Tahun
- Perkuat Bank Sampah, Bupati Mojokerto Minta Kantor Pemerintah Jadi Contoh
- Pemprov Jabar Siapkan Rp120 Miliar per Tahun untuk Gaji Petani Penanam Pohon
- Bukan Sekadar Bencana, Galodo Arosuka Ternyata Sudah Diperingatkan Sejak Dulu
- Galodo Terjang Arosuka, Jalur Solok-Padang Putus Total - Kantor Bupati Lumpuh
