Lahan Bekas Tambang

Ahok Sarankan Pemerintah Manfaatkan Lahan Bekas Tambang Untuk Sawit Ketimbang Korbankan Hutan Hujan Papua

251227160129-ahok-.jpg

Foto: Istimewa

Ahok menyarankan untuk buka lahan sawit di Papua menggunakan lahan bekan tambang.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menentang rencana Presiden Prabowo memperluas lahan sawit di Papua. Menurutnya, tidak perlu mengorbankan ekosistem hutan demi swasembada energi dan pangan.

"Kita bisa belajar dari Malaysia yang tanam sawit tanpa membongkar hutan dengan cara memanfaatkan bekas tailing timah. Di Belitung (bekas tailing timah) bisa kita manfaatkan untuk tanam sawit daripada buka lahan baru yang luas di Papua," kata Ahok dalam video di kanal youtube miliknya, Selasa (23/12/25).

Menurutnya, perkebunan sawit merupakan tanaman monokultur berbeda dengan hutan hujan yang merupakan ekosistem alam kompleks. Ia menjelaskan, merubah hutan hujan berpotensi membawa bencana alam seperti yang terjadi di Sumatera.

"Saya menentang hutan hujan Papua diganti sawit, kecuali dilakukan di wilayah bekas pertambangan atau lahan tandus yang tidak memiliki fungsi ekologis," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, sejumlah negara maju menghadapi tantangan deforestasi namun pembukaan lahan untuk tambang atau lahan sawit tetap seimbang dengan reboisasi.

Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Nasional WALHI, Uli Arta Siagian mengungkapkan, rencana pembukaan lahan sawit di Papua membuat para petani yang bergantung pada hasil pangan lokal hutan akan tersingkirkan.

"Kalau hutannya diubah menjadi perkebunan monokultur, pangan lokal juga ikut hilang, kata Uli," Jumat (19/12/25).

Uli menjelaskan, pembukaan lahan dalam skala besar dapat mengakibatkan meningkatnya intensitas bencana alam. Ia meminta pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan ekosistem dan keselamatan masyarakat lokal Papua.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 82
©2025 tingkap.co

Komentar