Nostalgiary
Congresswoman Eleanor Holmes Norton, Politisi Senior Demokrat

Foto: tingkap/Vero Iskandar
Eleanor bersama koresponden TINGKAP.CO untuk Washington DC, Vero Iskandar (kanan)
MARYLAND, TINGKAP.CO - Suatu senja saat jogging di sekitar Capitol Hill, Washington, DC, TINGKAP.CO berjumpa dengan Eleanor Holmes Norton yang kebetulan sedang berolahraga juga.
Saat berpapasan dengannya langsung saya sapa dan memperkenalkan diri serta memberitahu dari negara mana saya berasal.
Beliau langsung menjawab, oh you are Indonesian. How long you've been living in the U.S.? (Oh kamu orang Indonesia. Berapa lama anda bermukim di Amerika Serikat ? ) Saya jawab, I've been living in Maryland for more than thirty years. (Saya bermukim di Maryland lebih dari 30 tahun)
Congresswoman, Eleanor ( Foto: Istimewa)
Siapa Eleanor Holmes Norton?
Dia adalah seorang politikus, pengacara, dan aktivis hak asasi manusia Amerika Serikat. Eleanor juga seorang delegasi kongres untuk Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, di mana ia telah mewakili Distrik Columbia sejak tahun 1991 dari Partai Demokrat.
Sebelum bertugas di Kongres, Eleanor mengorganisir Komite Koordinasi Non-Kekerasan Mahasiswa selama gerakan hak-hak sipil. Dari tahun 1977 hingga 1981, ia adalah ketua wanita pertama dari Komisi Kesempatan Kerja yang Setara. Dia juga saat ini menjadi bagian dari Kaukus Progresif Kongres Partai Demokrat.
Eleanor Holmes Norton lahir di Washington, D.C., putri dari pasangan Vela (ne Lynch), seorang guru sekolah, dan Coleman Holmes, seorang pegawai negeri. Ia bersekolah di Dunbar High School, sekolah yang terkenal karena mendidik anak-anak kulit hitam, sebagai anggota kelas segregasi terakhir.
Ia terpilih sebagai ketua kelas junior dan lulus sebagai anggota National Honor Society. Dia kuliah di Antiokhia College, lulus dengan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1960, kemudian Universitas Yale, di mana ia menerima gelar Master of Arts dalam studi Amerika pada tahun 1963, dan gelar Sarjana Hukum dari Sekolah Hukum Yale pada tahun 1964.
Kisah Sukses Ibu Eleanor Holmes Norton:
* Memperkenalkan Resolusi untuk Memperingati Upaya Pelarian Bersejarah oleh Para Budak di D.C. dengan Kapal (17 April 2025).
* Memperkenalkan Resolusi untuk Memperingati Hari Emansipasi (16 April 2025).
* Bersumpah untuk Melawan RUU Anti-Peraturan Rumah Tangga Senator Mike Lee dalam Rapat Dewan D.C. (10 April 2025).
* Bersama Senator Van Hollen (Maryland) Memperkenalkan RUU untuk Membuat Stasiun Union Memenuhi Syarat untuk Didanai di Bawah Program Hibah Transportasi Federal (9 April 2025).
* Mengumumkan Proses Aplikasi Pendanaan Proyek Komunitas (8 April 2025).
* Memperkenalkan RUU yang Memungkinkan D.C. Mengirimkan Legislasi ke Kongres Secara Elektronik (7 April 2025).
* Memperkenalkan RUU untuk Memerangi Kebisingan dan Getaran Kereta Api di Dekat Rumah (1 April 2025).
* Menentang RUU Anti-Rule of Law untuk Mengganti Nama Jalan di D.C. (1 April 2025).
* Menyebut Resolusi Ketidaksetujuan atas Undang-Undang Amandemen Peraturan Asuransi D.C. sebagai 'Upaya Serangan yang Gagal' terhadap Peraturan Dalam Negeri (1 April 2025).
* Merilis Pernyataan Setelah Presiden Trump Meminta Pemungutan Suara Segera di DPR untuk Mengoreksi Masalah Anggaran D.C. yang Disebabkan oleh CR (28 Maret 2025).
Semoga Ibu Eleanor yang akan genap berusia 88 tahun pada tanggal 13 Juni nanti tetap diberi kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah yang dipercayakan kepadanya dari warga Washington, D.C.
Tetap semangat Ibu Eleanor!
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 246
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
