Komika
Komika Mongol Mengocok Perut Diaspora di Washington DC, Ambyar

@tingkap/Vero Iskandar
Komika Mongol menghibur diaspora Indonesia di Washington DC, tampak Mongol (kanan) berpose di depan kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia bersama koresponden TINGKAP.CO untuk Washington DC, Vero Iskandar.
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Rony Imanuel, beken dikenal dengan nama panggilan (julukan) Mongol Stres. Mongol kelahiran 27 September 1978 adalah seorang pemeran, pelawak tunggal, dan seorang pendakwah Kristen syariah (yang sering dia ucapkan) lahir dan besar di pulau Sangihe, Sulawesi Utara.
Ibunya Mongol berasal dari Manado, sedangkan ayah kandungnya berasal dari Mongolia, sehingga ia kerap kali dipanggil dengan nama Mongol sejak kecil.
Kendati demikian, logat bicara Mongol sering terdengar dan dianggap seperti orang Batak, karena Mongol memang berkawan cukup lama dengan temannya yang berasal dari suku tersebut saat pertama kali merantau di Jakarta.
Awal karir Mongol Stres melejit
Pada bulan Juli 2011, Mongol diminta oleh salah seorang temannya untuk tampil melucu di Comedy Cafe, yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Dari sanalah, karier Mongol di dunia stand-up comedy pun dimulai, dan semakin terkenal saat MetroTV menayangkan ajang Stand-Up Comedy Show. Dukungan komika Pandji Pragiwaksono juga turut andil dalam masa awal karier Mongol.
Jumat, 6 Februari menjelang sore, Mongol dan dua orang menejernya (Kiki dan Billy) serta ditemani oleh Rissa 'Ira' Asnan (EO) tiba di KBRI Washington DC untuk bertemu dan diterima oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat Bapak Prof. Dr. Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Malam ini Mongol sudah dijadwalkan untuk menghibur diaspora Indonesia yang berdomisili di DMV (District of Columbia, Maryland, Virginia) area di Restoran Indonesia Artha Rini yang terletak di kota Kengsington, Maryland hanya sekian kilometer saja jauhnya dari kota Washington DC.
Selesai mengocok perut para penonton stand-up comedy malam ini di Artha Rini restoran Mongol dan dua tim menejer serta EO akan kembali ke Delaware untuk persiapan acara hari berikutnya di kota Philadelphia, dan New York City.
Mongol juga sudah dijadwalkan kembali ke Washington DC pada Agustus mendatang untuk menghibur diaspora Indonesia di Washington DC bertepatan dengan HUT RI Ke- 81.
Selain menghibur, harapan saya semoga Mongol dapat meninggalkan kesan dan pesan untuk diaspora Indonesia di tengah situasi dan kondisi politik serta ekonomi dalam negeri AS yang kurang baik ini.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 384
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
