Hari Kartini
Hari Kartini 2026, KI Jabar Ajak Perempuan Aktif Manfaatkan Keterbukaan Informasi Publik

Foto: Istimewa
Anggota Komisi 1 DPRD Jabar Fraksi PDI Perjuangan, Tuti Turimayanti, SE, (baju merah) menjadi narasumber utama.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Memperingati Hari Kartini 2026, Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) "KI Jabar Ngulik" atau Ngobrol Seru Gali Informasi Publik. Tema yang diangkat adalah urgensi keterbukaan informasi publik bagi kaum perempuan.
Kegiatan berlangsung di Kantor Komisi Informasi Jawa Barat, Jalan Turangga No. 25, Kota Bandung, Selasa, 21/04/2026, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. FGD menghadirkan narasumber dari DPRD Jabar, komisioner KI, akademisi, dan aktivis perempuan.
Anggota Komisi 1 DPRD Jabar Fraksi PDI Perjuangan, Tuti Turimayanti, SE, menjadi narasumber utama. Ia menegaskan perempuan punya peran strategis menentukan masa depan generasi bangsa. Akses informasi publik menurutnya bukan hanya hak administratif, tapi instrumen penting agar perempuan berdaya secara sosial, ekonomi, dan politik.
"Perempuan adalah pendidik pertama dalam keluarga. Kecakapan menyerap dan menyaring informasi valid menentukan kualitas pola asuh," kata Tuti. Dengan keterbukaan informasi, perempuan lebih mudah mengakses program pemerintah mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan hak perempuan dan anak.
Tuti menyebut semangat Raden Ajeng Kartini harus diaktualisasikan lewat melek informasi. Di era digital, perempuan Jabar harus berani bersuara dan memanfaatkan data publik untuk mengawal kebijakan. "Perempuan tidak lagi jadi objek pembangunan, tapi subjek yang kritis dan solutif," tegasnya.
Komisioner KI Jawa Barat, Nuni Nurbayani, mengatakan FGD ini untuk memetakan hambatan perempuan dalam mengakses informasi. Pihaknya berkomitmen sosialisasi hak tahu, khususnya bagi perempuan, agar transparansi badan publik dirasakan sampai level rumah tangga.
Akademisi Siti Nurhayati, S.I.P., M.A.P., menambahkan kesenjangan informasi masih jadi tantangan di sejumlah wilayah. Keterlibatan tokoh perempuan dan akademisi diharapkan mampu menjembatani lewat edukasi berkelanjutan soal regulasi keterbukaan informasi publik.
Dipandu aktivis perempuan Dini Anjani Nurlatifah, M.Sos., diskusi berlangsung interaktif. Peserta dari organisasi wanita dan pemerhati sosial aktif bertanya soal prosedur teknis meminta informasi publik ke badan pemerintah di lingkup Pemprov Jabar.
Pemilihan tanggal 21 April bertujuan agar esensi perjuangan Kartini soal kesetaraan diwujudkan dalam kesetaraan akses informasi. KI Jabar berharap "Ngulik" meningkatkan literasi informasi perempuan sekaligus menekan penyebaran hoaks yang kerap menyasar kaum ibu.
FGD ditutup dengan komitmen memperkuat jejaring komunikasi antara DPRD, Komisi Informasi, dan elemen perempuan. Tuti Turimayanti kembali mengingatkan transparansi adalah ruh demokrasi dan perempuan adalah jantung ketahanan nasional yang harus dibekali informasi akurat dan terpercaya.
Pewarta: Nengsih Abdullah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 64
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
