Banjir Bandang

Tembok Kirmir 25 Sentimeter Tak Mampu Tahan Banjir Bandang, Farhan Cari Solusi Baru

261102094838-tembo.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

BANDUNG, TINGKAP.CO - Banjir bandang dari kawasan Lembang kembali menimbulkan kerusakan di Kota Bandung. Kali ini, derasnya aliran Sungai Cikalintu menyebabkan konstruksi kirmir di wilayah Kecamatan Coblong jebol.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung meninjau lokasi terdampak bencana pada Minggu (1/11/2026) dini hari. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan sekaligus melihat kebutuhan penanganan di lapangan.

Dalam kunjungan yang berlangsung pukul 04.00 hingga 06.30 WIB tersebut, Farhan mendatangi dua lokasi, yakni kirmir jebol di Jalan Siliwangi Dalam IV, RT 09/RW 01, Kelurahan Cipaganti, serta lokasi longsor yang menutup akses jalan warga di Kelurahan Sekeloa.

Di lokasi Sungai Cikalintu, Farhan menjelaskan, konstruksi kirmir sebenarnya telah diperkuat menggunakan tembok dengan ketebalan 25 sentimeter. Namun, derasnya aliran air akibat banjir bandang dari kawasan Lembang membuat konstruksi tersebut tetap tidak mampu menahan tekanan air.

"Kirmir sudah kita perkuat, ketebalannya 25 sentimeter. Tetapi karena volume banjir bandang dari Lembang begitu luar biasa, akhirnya jebol juga," ujar Farhan.

Menurut Farhan, normalisasi sungai bukan lagi menjadi solusi utama untuk mengatasi persoalan tersebut. Pemkot Bandung kini tengah mencari alternatif penanganan guna meminimalkan dampak banjir bandang yang berasal dari kawasan hulu. Apalagi, pekerjaan perbaikan saat ini sedang berlangsung di bagian hilir sungai.

Sementara kerusakan terbaru terjadi di bagian tengah sehingga membutuhkan penanganan khusus.

"Normalisasi sungai sudah tidak memungkinkan. Maka kami sedang mencari berbagai macam ide baru untuk bisa meminimalkan dampak banjir bandang dari Lembang tersebut," katanya.
Longsor Sekeloa Ancam Akses Jalan Warga

Selain meninjau Sungai Cikalintu, Farhan juga mendatangi lokasi longsor di Kelurahan Sekeloa. Bencana tersebut terjadi setelah tebing tanah milik warga runtuh dan menimpa rumah warga lainnya.

Meski material longsoran telah dibersihkan, kondisi tebing masih memerlukan penanganan lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Farhan mengatakan, longsor tersebut berdampak terhadap akses jalan masyarakat, terutama jalur menuju RT 04 dan RT 05.

Ia berharap pemilik lahan segera berkomunikasi dengan warga untuk menyepakati langkah penanganan, baik melalui pemangkasan tebing maupun pembangunan kirmir sebagai penguatan struktur tanah.

"Apabila tidak segera dibenahi oleh pemilik tanah, longsornya akan berulang. Sehingga akses warga di Kelurahan Sekeloa, khususnya yang menuju RT 04 dan RT 05, menjadi terputus terus," ungkapnya.

Farhan menegaskan, persoalan tersebut perlu segera diselesaikan melalui kesepakatan bersama antara pemilik lahan dan masyarakat. Langkah ini penting agar risiko longsor tidak kembali terjadi dan aktivitas warga tidak terus terganggu.

Peninjauan dua lokasi bencana tersebut sekaligus menjadi bagian dari kegiatan Sasapu Bandung #29 di Kecamatan Coblong.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bandung tidak hanya mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan pemantauan kondisi wilayah dan respons terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 165
©2026 tingkap.co

Komentar