Desa Wisata
Mahasiswa UNP Luncurkan PPK ORMAWA di Silungkang Oso, Menyongsong Desa Wisata Berbasis Budaya

Dok. Desa Silungkang Oso
Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) yang digelar oleh Unit Kegiatan Film dan Fotografi (UKFF) Universitas Negeri Padang (UNP), pada Senin, 4 Agustus 2025, di jantung Desa Silungkang Oso.
SAWAHLUNTO, TINGKAP.CO - Udara sejuk pegunungan dan semangat kolaboratif menyatu dalam pembukaan resmi Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) yang digelar oleh Unit Kegiatan Film dan Fotografi (UKFF) Universitas Negeri Padang (UNP), pada Senin, 4 Agustus 2025, di jantung Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto.
Mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Silungkang Oso melalui Transformasi Digital, Inovasi Produk Berbasis Ekonomi Kreatif dan Budaya untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan langkah awal dalam membangun ekosistem desa berbasis teknologi dan budaya.
Baca juga: Silungkang Oso">KKN Mahasiswa Unand dan Dinsos Sawahlunto Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di SDN 13 Silungkang Oso
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri langsung oleh Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNP, Dr. Asep Surjana Wahyuri, S.Si., M.Pd., serta unsur pemerintahan desa, tokoh adat, perangkat kecamatan, hingga masyarakat sekitar yang menyambut hangat kedatangan para mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dr. Asep menyampaikan pesan yang menyentuh:
Mahasiswa jangan hanya datang dan pergi. Tinggalkan jejak, ciptakan warisan program yang bisa diteruskan oleh masyarakat. Itulah makna sejati dari pengabdian.
Baca juga: Sawahlunto Siap Jadi Tuan Rumah Kejurda FASI 2025, Desa Batu Tanjung Bersolek
Ia juga menekankan bahwa PPK ORMAWA harus menjadi motor inovasi yang merangkul nilai-nilai lokal, bukan hanya proyek satu kali.
Senada dengan hal tersebut, Multazam, S.Sos., Kasi Pemerintahan Kecamatan Silungkang yang mewakili Camat, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari pihak kecamatan.
"Kami bangga Silungkang Oso menjadi desa binaan. Mahasiswa adalah agen perubahan yang mampu mengangkat potensi desa kami ke level nasional, bahkan internasional," tegasnya.
Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, dengan antusias menyambut kolaborasi ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi titik tolak kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya di desanya.
Silungkang Oso menyimpan kekayaan tradisi dan alam yang luar biasa. Dengan sinergi bersama mahasiswa, saya yakin desa ini akan semakin dikenal dan dikembangkan.
Sementara itu, Falyanzuril Ihsan, Ketua Pelaksana PPK ORMAWA UKFF UNP, menegaskan bahwa pihaknya datang bukan sebagai tamu, tetapi sebagai mitra dan bagian dari keluarga besar desa.
Kami membawa lima program unggulan: digitalisasi desa, pelestarian budaya Talempong Batuang, pelatihan UMKM kreatif, pembentukan Pokdarwis, hingga produksi konten promosi desa. Semuanya dirancang untuk berdampak jangka panjang.
Acara pembukaan diakhiri dengan sesi foto bersama, diskusi perdana program kerja, dan penyerahan simbolis program kepada perangkat desa. Suasana yang hangat dan penuh optimisme menandai dimulainya perjalanan transformasi Silungkang Oso menuju desa wisata yang maju, kreatif, dan berkelanjutan.
Pewarta: Alfaiz Ramadhan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 356
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
