Penerima PKH
Dinsos Maros Siapkan Pemasangan Stiker untuk Penerima PKH, Data Graduasi Mulai Diperbarui

Foto: Istimewa
Kadis sosial Maros Andi Zulkifli Ridwan Akbar bersama staf dalam rapat PKH
MAROS, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Sosial tengah menyiapkan program pemasangan stiker pada rumah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).
Program ini rencananya akan dilaksanakan tahun depan, setelah pengumuman resmi daftar graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), (4/11/2025).
Menurut A. Zulkifli Riswan Akbar, salah satu pendamping sosial dari Sumber Daya Manusia (SDM) PKH Kemensos di Kabupaten Maros, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan. Pendataan ini difokuskan pada keluarga yang siap melakukan graduasi atau mundur secara sukarela dari daftar penerima bansos karena dinilai telah mandiri dan mampu secara ekonomi.
"Yang didata ini adalah KPM yang mau graduasi. Data sementara dikumpulkan oleh SDM PKH sejak bulan lalu, dan kami masih menunggu progres di lapangan," ujar Zulkifli.
Terkait pemasangan stiker, Zulkifli menjelaskan bahwa hal tersebut mengacu pada kebijakan Kementerian Sosial sebagai bentuk transparansi, sekaligus memberi efek jera bagi penerima yang sudah tidak layak tetapi masih menerima bantuan. Kalau tidak pakai stiker, bisa dipilox sebagai alternatif penanda, tambahnya.
"Meskipun demikian, pemasangan stiker ini masih berupa rencana dan tengah digodok menjelang pelaksanaannya di tahun depan. Belum ada aturan teknis yang tegas, ini masih berupa inisiatif untuk memastikan bantuan tepat sasaran," jelasnya.
Sebagai bagian dari persiapan, SDM PKH selalu melakukan koordinasi dengan Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial serta Kepala Dinas Sosial sebelum turun ke lapangan. Selain fokus pada graduasi, proses pengajuan calon penerima baru juga masih dibuka dengan mekanisme ketat melalui tahapan verifikasi, validasi, hingga ground check oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Untuk usulan penerima baru, harus melalui prosedur pengusulan, verifikasi, validasi, dan penetapan oleh pusat," ungkap Zulkifli.
Jika proses pendataan selesai dan kebijakan stiker diterapkan, maka diperkirakan akan terjadi pengurangan jumlah penerima bansos di Kabupaten Maros. Hal ini dinilai sebagai langkah awal memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 584
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
